1 Ramadhan Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2017

Khazanah231 views
1 Ramadhan
Foto: elshinta.com

JAKARTA, PORTALSULTRA.COM – Awal bulan suci atau 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2017. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin.

“Posisi hilal pada awal Ramadan sudah cukup tinggi di Indonesia, di atas 7 derajat, elongasi (sudut antara bulan dan matahari-red) lebih dari 6,4 derajat, jadi ada potensi untuk bisa dirukyat (aktivitas mengamati visibilitas hilal) lebih mudah,” ungkap Kepala Lapan Prof Thomas Djamaluddin seperti dikutip dari detikcom, Kamis (25/5/2017).

Kepala Lapan juga menjelaskan bahwa, kemungkinan besar awal Ramadhan jatuh pada 1 Mei 2017. Dimana hilal bisa dilihat pada Jumat Magrib 26 Mei.

Masih menurut Kepala Lapan, pada magrib hari Jumat besok, 26 Mei, akan terlihat bulan baru di sebelah kiri atas titik matahari terbenam.

Meski demikian, hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh Lapan masih harus dimusyawarahkan dengan pemerintah bersama para ulama melalui Sidang Itsbat pada 26 Mei 2017.

Sebelumnya, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam baru akan menggelar Sidang Itsbat (penetapan) awal bulan Ramadan 1438 pada Jumat besok, 26 Mei. Melalui mekanisme sidang itsbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Sidang Itsbat awal Ramadan akan dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2017 di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta,” kata Plt. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin usai rapat persiapan Itsbat Awal Ramadan 1438H di Jakarta, Rabu (17/05) seperti dikutip dari kemenag.go.id.

Nantinya dalam rapat tersebut, akan hadir Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Urusan Agama Islam M Thambrin, tim BMKG, serta para pejabat Dit Urais.

Menurut Kamaruddin, sidang itsbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lapan, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

“Sidang itsbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama,” ujarnya.
Sidang Itsbat penetapan awal Ramadhan dijadwalkan berlangsung usai salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

“Sidangnya tertutup, sebagaimana itsbat awal Ramadan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang,” pungkasnya.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi

Komentar