HomeLifeStyle2 Manfaat Menumbuhkan Kegilaan Membaca Pada Anak

2 Manfaat Menumbuhkan Kegilaan Membaca Pada Anak

LifeStyle

Ilustrasi

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Qs. Al-‘Alaq [96]: 1-5)

Sekurangnya ada dua manfaat besar menumbuhkan kegilaan membaca pada anak-anak kita semenjak hari-hari pertama dilahirkan.

Merangsang Terjadinya Lompatan Kecerdasan

Namanya Jenifer. Lahir pada September 1984 dari rahim seorang ibu bernama Marcia Thomas. Ketika para ibu umumnya menyambut bayi dengan penuh rasa bahagia dan suka cita (kecuali hamil yang “secara tak sengaja”), Marcia Thomas jusru sebaliknya. Ada kecemasan ketika memandang anaknya. Jenifer tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan yang wajar seperti lazimnya para bayi. Responnya lambat dan ekspresinya lain.

Kelak kekhawatiran Marcia Thomas terjawab. Berdasarkan hasil pemeriksaan para ahli, Jenifer dinyatakan positif menderita down syndrome, suatu jenis keterbelakangan mental yang ditandai dengan oleh rendahnya IQ sehingga tidak memungkinkan seorang hidup secara wajar. Tidak itu saja, usia dua bulan, Jenifer hampir-hampir mengalami kebutaan, tuli, dan keterbelakangan mental yang parah. Di usia yang masih sangat belia pula, Jenifer harus menjalani bedah korektif karena mengalami gangguan jantung.

Sebuah musibah yang lengkap!

Tetapi, apa yang dilakukan oleh Marcia Thomas? Terapi. Marcia memberikan kepada anaknya agar otaknya memperoleh rangsangan yang sangat kaya, sehingga kecerdasannya meningkat dan fungsi-fungsi indranya bekerja lebih aktif. Marcia berusaha menjalankan proses terapi itu dengan sungguh-sungguh agar anaknya tidak mengalami keterbelakangan mental. Caranya? Diet membaca! Marcia membacakan sebelas buku setiap hari kepada buah hatinya yang masih bayi. Hasilnya? IQ Jenifer melonjak tajam ketika dites pada usia 4 tahun. IQ-nya seratus sebelas. Ya, 111! Salah satu penjelasan mengapa mengajarkan membaca pada bayi dapat melejitkan IQ adalah karena membaca merupakan kegiatan yang memberi rangsangan paling kompleks bagi otak dibandingkan beberapa kegiatan lainnya, melihat televisi misalnya.

Mematangkan Emosi dan Kepribadian

Satu lagi manfaat pembelajaran membaca sejak dini. Anak terbiasa berfikir dan menggunakan pengetahuan yang mereka miliki untuk memahami sekeliling. Anak mengembangkan rasa ingin tahu sekaligus kesabaran untuk memahami. Ia belajar untuk tidak tergesa-gesa. Ia juga belajar memahami segala sesuatu secara teratur. Kita tidak bisa memahami isi bacaan secara keseluruhan kalau tidak membacanya dengan baik. Agar bisa membaca dengan baik, kita harus belajar mengendalikan diri, memusatkan perhatian, menghayati dengan perasaan, dan memahami makna tiap kata. Ini semua mematangkan emosi anak dan membangun kecakapan berfikir.

Tentu saja kematangan emosi yang benar-benar sempurna hanya bisa dicapai jika anak biasa dihadapkan pada tantangan. Tetapi, dasar-dasar kecakapan dan kematangan emosi, dipelajari anak melalui buku-buku yang mereka cerna. Ketika anak menghadapi tantangan, ia menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia di otaknya untuk mengelola emosi.

Pertanyaannya, “bahan-bahan” apakah yang kita sajikan untuk anak-anak kita? “Bahan-bahan” itulah yang akan sangat menentukan. Ia terekam kuat dalam pikiran anak. Meski kegiatan membaca itu sendiri memberi manfaat luar biasa bagi anak, bahan bacaan apa yang kita berikan pada anak tidak kalah pentingnya. Sayangnya, tak setiap buku yang kelihatan bagus, benar-benar bermanfaat bagi anak.

Nah, tampaknya kita perlu memahami bagaimana memilih bacaan bergizi untuk anak kita.

*Buku Positive Parenting/Pada Mulanya Adalah Membaca: Mohammad Fauzil Adhim