HomeOpini9 Ramadhan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

9 Ramadhan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Opini

PORTALSULTRA.COM – Lebih dari 124 juta penduduk saat ini menghuni sebuah negeri yang telah dipersembahkan oleh para ulama dan santri terdahulu. Negeri itu bernama Republik Indonesia dan penduduk mayoritas adalah muslim.

Kita semua tentu sepakat bahwa Agama lebih tua dari umur negara, maka sebagai umat muslim seharusnya kita paham betapa pentingnya agama untuk kemajuan suatu bangsa.

Bulan ramadhan bagi umat muslim di Indonesia merupakan bulan kemenangan, bulan dimana tak ada lagi kerja rodi, bulan dimana para penjajah negeri pergi. Kita menyebutnya bulan kemerdekaan. Namun sayang, mayoritas umat muslim tak sadar tentang sejarahnya sendiri. Sejarah ketika Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan negeri kita, Indonesia. Dan bulan Ramadhan adalah saksinya.

Hari Jum’at Legi, 9 ramadhan 1334 H pukul 10.00 pagi secara resmi Bung Karno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Jatuh pada puluhan pertama Ramadhan sebagai puluhan Rahmat Allah. Dan bisa dipastikan saat ini begitu sedikit umat muslim yang mengadakan syukuran kemerdekaan Indonesia.

Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kendatipun mendapat halangan Jenderal Nishimura dari Angkatan Darat Jepang, tetapi malam menjelang 17 Agustus 1945 mendapat bantuan dari Laksamana Maeda dari Angkatan Laut Jepang dengan mengizinkan rumahnya untuk dijadikan arena perundingan tentang bunyi teks Proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya.

Menurut Mr. Achmad Soebardjo, pukul 03.00 pagi waktu sahur Ramadhan teks Proklamasi didiktekan oleh Bung Hatta dan ditulis dengan tangan Boeng Karno, kalimat pertama diambil dari Piagam Djakarta 22 Juni 1945. Kemudian menjelang pembacaan teks Proklamasi, kondisi kesehatan bung Karno terganggu. Beliau baring di kamarnya dan ditunggui oleh Iboe Fatmawati dan Dr. R. Soeharto .

Pagi itu, bung Hatta belum juga datang . Sehingga bung Karno didesak oleh para pemuda untuk segera membacakannya. Namun secara tegas bung Karno menolaknya karena yakin dengan sikap bung Hatta yang selama ini selalu tepat waktu. Dan ternyata benar, bung Hatta hadir pukul 10 kurang 5 menit. Akhirnya kemerdekaan itu pun ada di tangan kita.

Inilah yang perlu kita ingat bersama, bahwa perjuangan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia terjadi pada saat bulan Ramadhan. Bulan ketika turun segala rahmat-Nya.

Oleh: Ramdhani (Ketua BEM FIB UHO)
Referensi: Api Sejarah 2