Akui Kalah dari Prabowo di Survei, Jokowi Tetap Optimis Menangi Sultra

Politik319 views

Presiden Jokowi saat blusukan di Pasar Sentral, Kota Kendari. Foto: dok. Twitter Jokowi.

Kendari – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika saat ini suara dukungan untuk dirinya di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) masih kalah dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Meski begitu Jokowi tetap optimis di waktu yang tersisa jelang 17 April 2019, dia bisa memenangi Sultra.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan kunjungan di Kota Kendari, Sultra, Jumat (2/3). Dia yakin kunjungannya kali ini akan berdampak pada naiknya jumlah dukungan terhadap dirinya.

“Kalah dikit, hasil survei terakhir begitu, tapi kita lihat lagi nanti setelah saya kunjungan ini,” ujar Jokowi.

Kunjungan Jokowi ke Kota Kendari kali ini salah satunya untuk bertemu para relawan. Sehingga dia optimis dengan bertemu langsung warga maka akan mengubah hasil survei yang ada saat ini.

“Nanti kita lihat hasil survei pertengahan Maret lagi, akhir Februari saya memang kalah,” katanya.

Ia juga mengatakan pertemuan dirinya dengan beberapa kepala daerah yang merupakan koalisi partai pendukung, dapat mendongkrak suaranya.

“Saya dijanjinkan 70 sampai 80 persen, tapi saya tidak percaya begitu saja, kita lihat ke depannya lagi,” katanya.

Optimisme akan suaranya bisa bertambah naik dibuktikannya sendiri dengan mengunjungi Pasar Sentral Kota Kendari. Dalam kunjungannya itu banyak warga yang menghampirinya untuk bersalaman berfoto bersama.

“Saya sudah tes sendiri dengan mengunjungi pasar. Saya optimis bisalah suara saya di atas 70 persen,” katanya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Kendari juga diisi dengan kegiatan pembagian sertifikat tanah. Jokowi sebagai Presiden RI menyerahkan sebanyak 2.010 sertifikat tanah.

Penyerahan 2.010 sertifikat itu berlangsung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bahteramas, Kota Kendari, Sabtu (2/3/3019). Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyinggung jika sertifikat yang dibagikan tersebut merupakan target yang diberikan agar tanah masyarakat segera mendapat kepastian hukum.

“Di Indonesia itu ada 126 juta tanah yang harus disertifikatkan. Sekarang total tanah yang sudah berhasil kita sertifikatkan yakni 46 juta, artinya masih ada 80 juta yang harus segera disertifikatkan. Jika kerjanya sama dengan tahun pertama saya memimpin yakni 500 sertifikat untuk mendapatkan 80 juta sertifikat dibutuhkan waktu 160 tahun,” katanya.

Jokowi pun bertanya langsung ke warga apakah bersedia menunggu hingga ratusan tahun untuk mendapatkan sertifikat tanah. “Siapa yang mau menunggu 160 tahun? Ayo maju sini, saya kasi sepeda gratis,” candanya.

Ia kemudian membeberkan pada tahun 2017, pemerintah berhasil memberikan 5 juta sertifikat, lalu tahun 2018 sebanyak 9 juta 400 sertifikat dari target 7 juta sertifikat dan target pada tahun 2019 yakni sebanyak 9 juta sertifikat.

Jokowi kemudian mengimbau kepada seluruh penerima sertifikat agar bijak dalam menggunakan sertifikat miliknya, termasuk jika digadaikan ke bank.

“Digunakan bijak, jangan sampai dijadikan agunan lalu uangnya dibelikan mobil dan motor. Yakin saja hanya dalam waktu enam bulan akan ditarik dealer, sertifikatnya juga akan ditarik bank,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Komentar