HomeSultra RayaApresiasi dengan Hadirnya Media Glitera, Kemendikbud: Ini Wadah Lahirnya Penulis Hebat Sultra

Apresiasi dengan Hadirnya Media Glitera, Kemendikbud: Ini Wadah Lahirnya Penulis Hebat Sultra

Sultra Raya

Serah terima cendra mata dari Kepala Kantor Bahasa Sultra Dr Sandra Safitri Hanan (kiri) kepada Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Ali Gufron (kanan)/Foto: Benny

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memberikan apresiasi dengan hadirnya majalah edukasi acuan gerakan literasi anak (Glitera) oleh Kantor Bahasa Provinsi Sultra.

Hal ini disampaikan langsung oleh Prof Ali Gufron sebagai perwakilan dari Kemendikbud, saat hadir pada kegiatan uji keterbacaan dan keterfahanan yang diikuti oleh 4 komunitas taman baca. Yakni taman baca meohai, teluk kendari, kabanti, dan tanjung tiram.

“Jadi 4 komunitas ini adalah binaan dari Kantor Bahasa Sultra. Ini direncanakan sebagai percontohan atau model. Nanti bisa diperluas dan dikembangkan. Baik dari segi jumlah, maupun terutama dari segi cara-cara berliterasi,” terangnya kepada portalsultracom, Senin (10/7/2017).

Sebab menurutnya, literasi anak adalah membiasakan anak untuk membaca dan menulis. “Itu pondasi penting akan sebuah literasi nasional yang sedang dikembangkan, didorong dan dilaksanakan oleh Kemendikbud,” bebernya.

“Intinya adalah pembiasaan. Dari anak-anak yang belum terbiasa membaca menjadi biasa membaca. Yang belum biasa menulis jadi biasa menulis. Jadi membacanya adalah membaca produktif. Setelah membaca menuliskan kembali atau menceritakan kembali apa yang mereka bacakan,” imbuhnya.

Mengenai mengapa usia sekolah dasar menjadi sasaran dari program literasi Kemendikbud. Lanjut guru besar bahasa ini, ialah karena generasi inilah yang masih bagus untuk dibina, dilatih, dan dibiasakan. Sehingga bakat-bakat menulis mereka sudah bisa dilatih sejak awal.

“Ini juga dapat menjadi bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter. Karena dengan membaca dia akan mendapatkan banyak pengetahuan. Seperti ketika anak itu membaca cerita-cerita rakyat dari seluruh Indonesia. Mereka akan mengenal. Oh! Ternyata Indonesia ini beragam. Sehingga nantinya akan memahami adanya perbedaan-perbedaan tersebut,” jelasnya.

Ali Gufron bahkan sangat yakin, jika apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Kantor Bahasa Sultra dengan media gliteranya. Akan menjadi wadah, lahirnya penulis-penulis hebat di Bumi Anoa ini.

“Kalau ini di dorong terus dan berkembang, dikawal, dibantu, diasistensi, didampingi dan sebagainya. Saya yakin pasti lahir diantara anak-anak ini sebagai penulis hebat. Suatu ketika. Mungkin 10 tahun kedepan baru kita akan lihat hasilnya,” ujarnya.

Bukan hanya penulis hebat malah, tambah Ali Gufron, tetapi juga dapat menjadikan mereka sukses dan pandai.

“Tidak hanya itu. Mereka juga bisa menjadi orang-orang sukses dan pandai. Karena hampir semua fakta di dunia mengatakan, orang-orang pandai dan sukses ialah mereka yang rajin baca. Tidak ada orang pintar yang tidak baca. Ini hampir sudah jadi dalil. Sehingga rajin baca itu harus dibiasakan sejak dini. Ala biasa karena biasa,” tambahnya.

“Kita tunggu anak-anak dari 4 komunitas ini. Saya yakin pasti akan lahir anak-anak yang hebat di Sultra,” pungkasnya.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi