Balitbangtan BPTP Sultra Gelar Pelatihan Teknis Turiman Pajale di Konsel

oleh -269 views

Foto: Istimewa

Konawe Selatan – Untuk mendukung program Upaya Khusus (Upsus) dalam meningkatkan luas tambah tanam (LTT) perlu terobosan baru bagi wilayah yang secara nisbi telah mengalami pelandaian dalam perluasan areal tanam.

Rekayasa sistem tanam dengan optimalisasi sumberdaya lahan dan air agar produktivitas meningkat. Salah satunya melalui model penanaman Tumpangsasi Tanaman (Turiman) padi, jagung, dan kedelai (pajale) yang dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Baca juga: Kabupaten Konawe Pacu Luas Tambah Tanam Padi

Turiman adalah pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu. Model ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian guna memperoleh hasil produksi optimal dengan tetap menjaga kesuburan lahan.

Selain itu sebagai solusi dan terobosan dalam pencapaian swasembada pangan, karena dapat mengurangi kompetisi penggunaan lahan atau komoditas dan solusi terhadap keterbatasan lahan.

Foto: Istimewa

Baca juga: Pustakawan Balitbangtan BPTP Sultra Raih Peringkat I Tingkat Provinsi

Sebanarnya model seperti telah lama diusahakan petani, namun hasilnya masih rendah antara lain karena jarak tanamnya tidak teratur dan kombinasi tanaman tidak tepat dan tidak saling komplementer.

Apabila jarak tanaman ditata dengan baik dan pemilihan komposisi tanaman tepat, maka hasil dari kombinasi tanaman per satuan luas lebih tinggi dibanding monokultur.

Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melaksanakan kegiatan pelatihan teknis turiman pajale pada Kamis, 29 Agustus 2019 di BPP Kecamatan Buke, Konawe Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani/petani, babinsa, PPL dan peneliti/penyuluh BPTP Sultra.

Baca juga: Panen dan Temu Lapang Produksi Benih Sumber Jagung di Konawe Selatan

Foto: Istimewa

Pada kesempatan ini, narasumber dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konawe Selatan, Budi Santoso, SP.,M.Si, memaparkan kebijakan pembangunan pertanian bidang tanaman pangan di Kabupaten Konawe Selatan.

Selanjutnya, narasumber dari Balitbangtan BPTP Sultra, Sarjoni, M.P, menyampaikan teknologi budidaya turiman pajale.

Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan, melalui pelatihan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petani terkait pemahaman budidaya turiman pajale.

Baca juga: Sultra Tuan Rumah Hari Pangan Sedunia ke-39

Foto: Istimewa

Pelatihan ditutup dengan kunjungan lapang di lokasi demplot turiman yang dilaksanakan Balitbangtan BPTP Sultra di Desa Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Konawe Selatan.

Saat diskusi di lahan, diketahui adanya minat petani setelah performance tanaman pajale dalam model turiman dan merencanakan melaksanakan pola seperti ini pada kondisi iklim yang sesuai.

bni/adv