Balitbangtan BPTP Sultra Pantau Kegiatan Panen di Sultra

oleh -83 views

Kegiatan panen yang dilakukan petani Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Foto: Dok. Istimewa.

Bombana – Virus Corona atau Covid-19, virus yang saat ini mewabah di beberapa negara diprediksi oleh FAO dapat mempengaruhi keamanan pangan global. Sebab, Covid-19 telah mengganggu ketersediaan tenaga kerja dan rantai pasokan.

Pandemi Covid-19 juga telah terjadi di Indonesia, namun tidak menyurutkan Kementerian Pertanian untuk memantau ketersediaan dan harga pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Hal ini telah dilakukan oleh Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk selalu melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan panen dan tanam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Ari Sadayanto SP menyampaikan, beberapa Kelompok Tani Desa Marga Jaya Kecamatan Rarowatu Utara sedang melakukan panen padi varietas Inpari 42 dengan sistem tanam Jarwo 2:1.

“Panen saat ini dilakukan oleh Kelompok Tani Karya Abadi seluas 1,4 ha pada luas hamparan 30 ha dengan menggunakan alat panen combine harvester, dengan potensi hasil 6—7 ton/ha,” kata Ari Sadayanto, Senin (6/4/2020).

Ketua Kelompok Tani Karya Abadi Iwayan Agus mengatakan, panen kali ini masih dapat dilakukan di tengah pembatasan aktivitas yang diakibatkan Covid-19. Para petani tetap semangat untuk melakukan panen dan tanam.

“Harga gabah saat ini cukup baik yaitu 4.500/kg. Semoga hasil panen dan pemasaran padi kedepannya semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muhammad Sidiq mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh Liaison Officer (LO) Balitbangtan BPTP Sultra, bahwa saat ini di beberapa daerah Sulawesi Tenggara sedang berlangsung kegiatan panen dan tanam pada komoditas padi dan jagung.

“Salah satu daerah yang sedang melakukan panen dan tanam yaitu Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Hal ini menandakan bahwa, kebutuhan dan stabilitas harga pangan di Sultra tetap terjaga di tengah merebaknya Covid-19,” ujar Muhammad Sidiq.

Untuk diketahui, Balitbangtan BPTP Sultra pada 2018—2019 telah melakukan kerja sama pendampingan teknologi Jarwo Super dengan menggunakan alat tanam Atabela Jarwo 2:1 pada program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Sawah Irigasi (GP3SI).

bni/bni