Bekerja Dengan Hati

Opini596 views
Foto: Ilustrasi

PORTALSULTRA.COM – Luar biasa orang-orang yang mampu bekerja dengan hati! Karena ia mengandalkan intuisi yang kuat dari hati, dan prestasinya berasal dari hati.

Daniel Nagata menyebut bekerja dengan hati sebagai bekerja sungguh-sungguh, menggunakan akal budi dan pikiran serta mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan setiap pekerjaan. Saya tambahkan, bekerja dengan hati menyebabkan rasa cinta yang tinggi terhadap pekerjaan dan melahirkan kekuatan kemampuan kerja yang lebih besar.

Selanjutnya Daniel Nagata menjelaskan 5 langkah bekerja dengan hati yaitu:

1. Tetapkan tujuan dengan hati
2. Temukan kepuasan hati
3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh
4. Bangun tim dengan kesehatian
5. Bekerja dengan sepenuh hati

Bekerja dengan hati dimulai dari diri sendiri. Memang tidak mudah, maka butuh waktu mewujudkan kecintaan dan kekuatan dalam bekerja. Apalagi mewujudkannya dalam tim dan organisasi apapun untuk mencapai harapan atau tujuan yang mulia.

Baca Juga: Belajar dari Pak Musaddar

Beberapa saran teknis dari saya, yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan kemampuan bekerja dengan hati antara lain:

a. Pilihlah pekerjaan yang disenangi dan dikuasai dengan baik. Anda tinggal menyertakan hati Anda dengan mudah.
b. Berusahalah untuk menikmati pekerjaan apapun yang dimiliki. Insyaa Allah Anda akan mudah memasukkan unsur hati di dalam pekerjaan.
c. Sertakan niat yang tulus dan ucapkan nama Allah setiap melakukan pekerjaan apa saja. Ini adalah jaminan keberkahan disebabkan kesertaan Allah di dalamnya. Tutup dengan rasa syukur.
d. Beri motivasi diri bahwa bekerja dengan baik tak hanya memberi manfaat untuk diri, tapi juga keluarga, lingkungan, masyarakat dan dunia pada umumnya.
e. Ingatkan diri dan tim bahwa kita bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi juga akhirat.

Jadi, bekerja dengan hati tak sulit. Hanya butuh kemampuan menaklukkan diri sendiri. Bukankah hati itu akan tercermin pada perkataan dan perbuatan dari diri?

Maka, perbaikilah hati atau kalbu kita. Seperti sabda Nabi:  “Idzaa sholahat sholaha jasadu kulluh. Waidzaa fasadat fasada jasadu kulluh. Alaa wahiyalqalb”. Artinya, kebaikan dan keburukan pada diri atau tim ditentukan oleh hati orang-orang di dalamnya. Jadi, perbaiki hati bila ingin mampu bekerja dengan hati. WaLlahu a’lam.

Oleh: Antasalam Ajo

Komentar