Berjihad Melawan Korupsi, Kepala Kemenag Sultra, Justru Difitnah Dengan Berbagai Cara

oleh -131 views

KENDARI, PORTALSULTRA.COM“Demi Allah, kalau saya ingin mencari kekayaan lewat jabatan saya, maka itu sudah lama saya lakukan. Saya pernah menangani kasus-kasus besar. Semua kasus tersebut, posisi saya sebagai ketua tim audit. Namun saya lebih memilih untuk tetap hidup sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh yang maha kuasa”

Demikian yang disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Ali Irfan saat ditemui PORTALSULTRA.COM, diruang kerjanya, Selasa (3/1). Sejak kedatangannya dibumi anoa ini, Ali Irfan terus melakukan perbaikan ditubuh Kemenag Sultra itu sendiri. Tidak tanggung-tanggung, kesungguhannya untuk melakukan jihad melawan korupsi ditubuh Kemenag terus mendapaat cobaan.

“Saya ini berusaha untuk berjihad melawan korupsi, akan tetapi terpaan cobaan justru datang bertubi-tubi. Mulai dari isu korupsi, isu perselingkuhan, dan masih banyak lagi yang dituduhkan kepada saya. Namun saya tetap berpegang teguh dengan apa yang saya yakini sebagai kebenaraan, maka itu akan saya perjuangkan, meski banyak orang yang tidak suka dengan apa yang saya lakukan,”terangnya.

Menurut pria yang kini berusia 50 tahun ini, apa yang dilakukannyaa semata-mata untuk menegakan aturan yang ada dan berusaha menyelamatkan uang negara. Ali Irfan menuturkan, suatu ketika dirinya pernah didatangi oleh stafnya sendiri dengan menyodorkan segepok uang yang jumlahnya sekira Rp 10 juta. Setelah dirinya bertanya kepada stafnya kalau itu uang untuk apa, stafnya menjawab bahwa uang itu sudah menjadi kebiasaan untuk disetorkan pada pimpinan Kemenag Sultra. Mendengar jawaban itu, Ali Irfan menolak mentah-mentah

“Saya langsung mengatakan kepada staf saya, agar saya jangan disamakan dengan yang lain. Kalau itu bukan hak saya maka sepersenpun saya tidak akan menerimanya,”Ujar, Ali Irfan tegas kepada stafnya yang menyodorkan amplop senila Rp 10 juta.

Ali Irfan juga mengatakan, sejak dirinya memimpin Kanwil Kemenag Sultra, tak satu pun pegawai yang kemudian diangkat untuk menjadi pejabat dilingkup  Kemenag Sultra mengeluarkan uang sebagai konpensasi penaikan jabatan

“Bisa ditanyakan kepada seluruh pegawai Kemenag Sultra, apa ada yang saya mintai uang agar saya memberikan jabatan tertentu di lingkup Kemenag Sultra, demi Allah ini murni saya lakukan dalam rangka memperbaiki kualitas dan integritas Kemenag Sultra ditengah masyarakat Sultra,”paparnya.

Tidak cukup fitnah yang dialamatkan kepadanya, istrinyapun kerap mendapat teror dari orang yang tidak dikenal. Bahkan, kata ahli akuntan ini, pernah dirimya sedang bersama dengan istrinya tiba-tiba beredar kabar kalau dirinya sedang bersama dengan wanita lain.

“Ini kejam fitnah yang dialamatkan kepada saya dan keluarga saya. Namun semuanya saya kembalikan kepada yang maha kuasa sebagai ujian keimanan saya,”tuturnya.

Editor  : Hermawan Lambotoe