Bimtek Budidaya Padi, Buka Wawasan Petani Milenial di Konawe Selatan

oleh -54 views

Konawe Selatan – Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bekerja sama dengan Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Petani Milenial, setelah sebelumnya sukses diadakan di Kabupaten Kolaka Timur.

Bimtek kedua diselenggarakan di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan dengan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari petani penerima kegiatan program gerakan petani milenial. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mencetak petani-petani muda baru dengan range umur 19-39 tahun dan memiliki antusiasme serta aksesibilitas terhadap teknologi yang memadai.

Kegiatan bimtek dihadiri oleh Dr. Suprihanto, Kabid KSPHP BB Padi mewakili Kepala BB Padi, Ir. Muh. Asaad, M.Sc, Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara, Asmiyanto, STP, Kabid Hortikultura mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan.

Beras Merah Tani Butuni

Bimtek dibuka oleh Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc, menyampaikan, petani milenial merupakan ujung tombak pertanian Indonesia kedepannya. Petani milenial diharapkan dapat mengedepankan teknologi pertanian dalam kegiatan usaha taninya agar lebih efisien, Kamis (19/9/2019).

Kabid KSPHP Dr. Suprihanto mewakili Kepala BB Padi mengatakan, petani milenial tidak harus yang masih muda, yang penting jiwanya milenial. Artinya petani yang selalu mau belajar demi kemajuan pertaniannya.

“Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan, lebih fokus pada Inovasi Teknologi Perbenihan dan Budidaya Tanaman Padi,” kata Suprihanto.

Kemudian Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan, Asmiyanto, STP menyampaikan, petani milenial diharapkan dapat mengakses teknologi dengan baik, sehingga informasi tentang perbenihan dan teknologi budidaya padi dapat diperoleh dan diterapkan secara langsung di lapangan.

“Saya berharap peserta bimtek dapat menjadi pengusaha yang menangkap peluang produk pertanian mulai dari hulu hingga ke hilir,” ujar Asmiyanto.

Adapun materi yang disampaikan narasumber pada acara Bimtek meliputi Pengenalan Inovasi Teknologi Budidaya Padi (Ir. Agus Guswara), Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Padi (Dr. Suprihanto), Produksi dan Sertifikasi Benih (Mira Landep Widiastuti, M.Si)

Diharapkan peserta bimtek di Kabupaten Konawe Selatan terus semangat dan mau melakukan inovasi untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.

Salah satu peserta, A. Sopari, Ketua gapoktan setempat, mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Kementan yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Selama ini petani tidak pernah diikutsertakan dalam kegiatan bimtek, hanya menerima bantuan dalam bentuk benih dan pupuk saja, tetapi Alhamdulillah dengan bimtek ini petani diikutsertakan dan diberikan materi tentang budidaya padi,” ungkap A. Sopari.

Pada kesempatan itu, kegiatan bimtek juga dikemas dengan penyerahan benih Inpari 43 kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Kepala Desa, dan peserta bimtek. (MN/DW)