Bimtek Budidaya Padi, Tingkatkan Wawasan Petani Milenial di Konawe

oleh -78 views

Bimbingan Teknis Petani Milenial di Kabupaten Konawe. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe – Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bekerja sama dengan Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Petani Milenial.

Bimtek diselenggarakan di Kebun Percobaan Wawotobi Kabupaten Konawe dengan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari petani dan penyuluh pendamping penerima kegiatan program gerakan petani milenial, Selasa (8/10/3019).

Beras Merah Tani Butuni

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mencetak petani muda baru dengan range umur 19—39 tahun dan memiliki antusiasme serta aksesibilitas terhadap teknologi yang memadai.

Kegiatan bimtek dihadiri Kepala BB Padi, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Konawe diwakili Koordinator Fungsional, Kepala Bidang KSPHP, Peneliti dan Penyuluh Lingkup BB Padi dan Balitbangtan BPTP Sultra.

Baca juga: Litbang Kementan Siap Sukseskan HPS ke-39

Foto: Dok. Istimewa.

Bimtek dibuka Kepala BB Tanaman Padi Dr. Priatna Sasmita, M.Si menyampaikan, petani milenial merupakan ujung tombak pertanian Indonesia kedepannya. Petani milenial tidak hanya berdasarkan umur, namun berdasarkan jiwa dan semangat milenial.

“Kapasitas sumber daya manusia petani khususnya Konawe harus mampu menyerap perubahan era pertanian dengan mengedepankan teknologi pertanian dalam kegiatan usaha taninya agar lebih efisien,” ujar Priatna.

“Setelah kegiatan bimtek diharapkan peserta dapat menerapkan inovasi teknologi budidaya padi dan perbenihan, tidak hanya lokal Konawe namun seluruh kabupaten yang ada di Sultra,” lanjut Priatna.

Peserta Bimtek Petani Milenial. Foto: Dok. Istimewa.

Kepala Bagian Tata Usaha Dahya, S.P., M.Si, mewakili Kepala Balitbangtan BPTP Sultra mengatakan, wilayah kerja BB Padi adalah seluruh Indonesia. Dimana dari sekian banyak provinsi yang ada, para peneliti BB Padi berkesempatan hadir untuk menyampaikan secara langsung inovasi teknologi BB Padi melalui bimtek.

“Posisi marwah petani milenial masih tergolong medium. Sehingga masih sangat memerlukan bimtek yang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan terhadap teknologi pertanian maju,” kata Dahya.

Baca juga: Dirjen Horti Kunjungi Lokasi Gelar Teknologi HPS ke-39 di Kabupaten Konsel

Penyerahan benih Inpari 43 kepada peserta bimtek. Foto: Dok. Istimewa.

Sementara itu, Koordinator Fungsional Dinas TPHP Kabupaten Konawe, Yassir Arafat, S.P., M.Si menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Balitbangtan yang telah menempatkan kegiatan tersebut di wilayahnya.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani milenial tentang inovasi teknologi sangat penting untuk diterapkan secara langsung di lapangan,” ucapnya.

Baca juga: Sultra Targetkan Jadi Lumbung Beras Indonesia Timur

Penyerahan benih Inpari 43 kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe. Foto: Dok. Istimewa.

Salah satu peserta, Pahriati, ketua kelompok tani setempat, mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Kementan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Dengan kegiatan ini diharapkan, adanya peningkatan pengetahuan tentang teknologi budidaya padi dan perbenihan, sehingga berimbas pada peningkatan produktivitas tanaman padi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan benih Inpari 43 kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe, serta peserta bimtek.

bni/adv