BPTP Balitbangtan Sultra Desiminasikan Teknologi Jajar Legowo Super di Baubau

Sultra Raya380 views

BPTP Balitbangtan Sultra mendesiminasikan teknologi jajar legowo super. Foto: Istimewa.

Baubau – Dalam musim tanam periode Oktober-Maret 2019 Kota Baubau menargetkan luas tanam padi seluas 1761 ha. Hamparan terluas pertanaman padi sawah yaitu di Kecamatan Bungi. Puncak tanam padi sawah yaitu Januari-Februari.

Baca juga: Sultra Pacu Luas Tambah Tanam Pajale

Kepala BPP Bungi H Bonari SP., KP menjelaskan bahwa, para petani di Kecamatan Bungi memiliki kebiasaan waktu tanam pada Januari-Februari. Kalaupun ada yang terlambat tanam disebabkan oleh ketersediaan air.

“Petani di Kecamatan Bungi telah terbiasa menggunakan varietas unggul seperti Cisantana. Beberapa petani telah mencoba Inpari 34 dan hasilnya cukup baik seperti yang dialami Hamzah dengan hasil panen sekitar 6 ton/ha,” ungkap Bonari, Senin (22/3/2019).

Foto: Istimewa.

Sementara itu, Peneliti BPTP Balitbangtan Sultra Ir. Suharno, MS menyampaikan bahwa, dalam rangka meningkatkan produktivitas padi di Baubau maka BPTP Balitbangtan Sultra mendesiminasikan teknologi jajar legowo super.

Baca juga: Generasi Milenial SMKN 1 Wawotobi, Belajar Teknologi Pertanian di BPTP Balitbangtan Sultra

Teknologi ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya penggunaan varietas unggul baru, penggunaan dekomposer, pemanfaatan pupuk hayati untuk benih, penggunaan cara tanam legowo, pemupukan berdasarkan ketersediaan hara tanaman, pengendalian hama terpadu serta penggunaan mekanisasi pertanian yang tepat. Tahun 2019 BPTP Sultra telah menyerahkan Varietas Inpari 42 dan Inpari 43 yang rencananya ditanam pada musim depan.

Foto: Istimewa.

“Diharapkan penerapan teknologi jajar legowo super dapat meningkatkan produktivitas padi sawah. Sebagai perbandingan teknologi jajar legowo yang telah ditetapkan di Kabupaten Bombana mampu meningkatkan produktivitas padi sawah sekitar 1,4 – 2 ton/ha dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya,” kata Suharno.

Upaya yang dilakukan BPTP Balitbangtan Sultra ini mendapat dukungan dari Ketua KJF Dinas Pertanian Baubau Bambang S., SP. Dirinya menyambut baik inovasi teknologi pertanian yang didesiminasikan dan diharapkan dapat diterapkan oleh petani secara luas di Baubau. (Adv)

Komentar