Dibalik Gerilya Kabinet Harmoni BEM FIB UHO Jilid III

oleh -15 views

Kendari – Hari Selasa, 18 Desember 2018 untuk kedua kalinya UHO menggelar pemilu raya mahasiswa dengan menggunakan sistem e-voting.

Dengan segala kekurangannya, sistem e-voting ini telah menjadi alternatif andalan dalam pelaksanaan PEMIRA UHO.

Di luar perdebatan tersebut, ada yang menarik dari PEMIRA UHO di tingkat fakultas khususnya FIB. Sudah dua tahun ini, kompetisi perpolitikan kampus FIB hanya diikuti dua figur/kandidat.

Kandidat nomer urut satu adalah Andry Saputra yang aktif di organisasi kepemudaan HMI dan aktif juga sebagai aktifis lembaga dakwah kampus. Selain itu, beliau adalah mantan ketua DPM periode sebelumnya. Sedangkan kandidat nomer urut dua adalah La Ode Nasrion yang memiliki pengalaman organisasi yg tak kalah dari kandidat nomer urut satu. Beliau adalah ketua HMJ ilmu Sejarah periode sebelumnya dan aktif sebagai kader GMNI.

Ada sisi lain yang sebenarnya harus dikupas, semenjak tahun 2015 kompetisi di FIB ini hanya diikuti oleh background organisasi yg sama yaitu GMNI serta Lembaga Dakwah Kampus. Walaupun yang terakhir terpilih juga aktivis HMI. Seperti ada kebuntuan tentang cara berfikir mahasiswa dalam mengekspresikan euforia perpolitikan kampus. Tentunya yang paling dikhawatirkan adalah tidak adanya regenerasi dari tiap jurusan. Sehingga kompetisi lebih terlihat didominasi background organisasi daripada soliditas jurusan.

Seperti yang terjadi saat ini, kandidat nomer urut satu yang secara historis terlahir dari rahim lembaga dakwah kampus. Atau lebih secara tekstual, Andry Saputra adalah orang yg dibesarkan di Kabinet Harmoni sejak periode 2015 lalu. Orang” yang memimpin kabinet harmoni adalah representasi dari lembaga dakwah kampus, seperti Ramdhani (2015-2017) dan La Banara (2018).

Sedangkan, nomer urut dua hadir sebagai antitesa Kabinet Harmoni. Seperti biasa, Kabinet Harmoni memenangkannya.

Pertanyaan yg harus kita jawab bersama adalah kemenangan Kabinet Harmoni karena kepuasan mahasiswa atas kinerjanya atau karena soliditas anggota dan kemampuan menciptakan role model?

Jelasnya, setelah ini Kabinet Harmoni jilid III harus membuktikan kinerjanya dan benar-benar mengevaluasi kinerja periode sebelumnya.

Penulis : Muhammad Yahya.