Ditengah Pandemi Covid-19, Petani Bombana Tetap Tanam Padi

oleh -90 views

Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Covid-19, virus yang saat ini mewabah di beberapa negara diprediksi oleh FAO dapat mempengaruhi keamanan pangan global. Sebab, Covid-19 telah mengganggu ketersediaan tenaga kerja dan rantai pasokan.

Indonesia sendiri, telah terjadi pandemi Covid-19 namun tidak menyurutkan Kementerian Pertanian untuk memantau ketersediaan dan harga pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Hal ini telah dilakukan oleh Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk selalu melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan panen dan tanam di wilayah Sultra.

Minggu, 31 Mei 2020 melalui laporan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bombana Halimah SP menyampaikan bahwa, beberapa desa di Kecamatan Poleang Utara saat ini sedang melaksanakan penanaman padi untuk periode April-September 2020. Luas hamparan yang ditanam 480 ha yang terdapat di dua desa yaitu Desa Tampabulu 390 ha dan Desa Lawatuea 90 ha.

“Di tengah pandemi Covid-19, petani di Kecamatan Poleang Utara tetap semangat melakukan penanaman padi, dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19,” kata Halimah.

“Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 42, Mekongga, dan Ciherang yang merupakan varietas unggul Balitbangtan. Kendala saat ini adalah curah hujan yang tinggi, sehingga adanya beberapa lokasi areal persawahan tergenang banjir,” tutur Halimah.

Sementara itu, Rustam selaku Ketua Kelompok Tani Kejar Potensi Desa Lawatuea mengatakan, sistem tanam yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Jajar Legowo (Jarwo) 2:1 dengan alat tanam benih langsung (atabela).

“Alat ini sangat membantu kami untuk melakukan penanaman dengan mudah, cepat serta tidak memerlukan tenaga yang banyak,” kata Rustam.

“Selain itu, kami juga melakukan pemupukan yang tepat sesuai yang dianjurkan, hal ini memudahkan perawatan dan meningkatkan hasil, padi juga lebih kokoh dan tidak mudah rebah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muhammad Sidiq STP MM mengatakan, Balitbangtan BPTP Sultra sangat mengapresiasi kepada penyuluh yang tetap mengawal petani dalam melakukan penanaman padi di tengah pandemi Covid-19 di beberapa kabupaten di Sultra.

“Salah satu daerah yang sedang melakukan tanam yaitu di Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana. Hal ini menandakan bahwa kegiatan pertanian di Sultra tetap berjalan di tengah merebaknya Covid-19,” ujar Muhammad Sidiq.

“Walaupun terdapat beberapa kendala yang dihadapi, namun tidak menyurutkan semangat penyuluh dan petani untuk tetap mengawal dan menanam padi di lahan usaha taninya,” tutur muhammad Sidiq

Muhammad Sidiq menambahkan, varietas padi yang ditanam oleh petani merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan yakni Inpari 42, dimana varietas ini merupakan varietas padi Green Super Rice (GSR) yang memiliki potensi hasil tinggi sekitar 10 ton/ha.

“Selain Inpari 42, petani juga menaman padi varietas Ciherang dan Mekongga yang merupakan varietas unggul Balitbangtan yang masih disukai oleh petani,” katanya.

bni/bni