HomeSultra RayaMetroDorong Minat Literasi, Kemendikbud Terbitkan Ratusan Bahan Bacaan bagi Anak Indonesia

Dorong Minat Literasi, Kemendikbud Terbitkan Ratusan Bahan Bacaan bagi Anak Indonesia

Metro

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, terus mendorong minat literasi anak negeri dengan menerbitkan ratusan bahan bacaan yang akan disebar ke seluruh Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan tahun lalu (2016) sebanyak 165 judul cerita rakyat yang berasal dari seluruh Indonesia. Dan itu sudah dinilai dan dipastikan cocok untuk SD, SMP, dan SMA. Kita sudah serahkan ke Dirjen Dikdasmen dalam hal ini yang bertugas menggandakan dan menyebarkan untuk membagikannya ke sekolah,” terang Ali Gufron saat ditemui di Kantor Bahasa Sultra, Senin (10/7/2017).

Ali Gufron juga mengatakan bahwa, dari 165 judul yang ada dan sudah diterbitkan, sebanyak 28 judul telah diminta oleh Sekretariat Negara untuk nantinya diterbitkan dalam edisi khusus Presiden.

“Buku itu juga sudah diminta oleh Sekretariat Negara sebayak 28 judul buku bahan bacaan cerita rakyat dan nanti akan diterbitkan dalam edisi khusus Presiden. Saat Presiden nanti berkunjung ke daerah-daerah akan membagi-bagikan buku itu. Itu sebagai hasil dari Badan Bahasa yang sudah kita olah, seleksi, sunting, kita serahkan ke Puskurbuk untuk dinilai keselarasannya, kesesuaiannya, kualitasnya, dan sebagainya,” katanya.

Pada 2017 ini, dirinya menambahkan, jika saat ini telah ada 120 naskah yang masih dalam tahap proses di Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Setelah selesai peninjauan, nantinya akan juga disebar ke seluruh Indonesia.

“Tahun ini kami sediakan 190 judul tapi tidak hanya cerita rakyat, ada juga dalam bentuk lain. Bahkan dengan adanya lomba yang diadakan secara terbuka ke seluruh Indonesia, kita dapatkan 727 naskah. Dengan tema yang sudah kita sediakan yakni cerita rakyat, tokoh lokal nasional, arsitektur tradisional, kuliner, dan perubahan sosial masyarkat desa dan kota,” tambahnya.

“Setelah diseleksi oleh tim ahli, hasilnya menjadi 120 naskah. Sekarang sedang proses di Puskurbuk dan nanti kalau sudah jadi, sama dengan 165 tadi itu di tahun 2016. Kita akan serahkan masternya ke Dirjen Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) untuk bisa dibagikan juga ke seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi