Dua Anak Petani, Lolos Jadi Duta Genre Sultra 2017

Sultra Raya294 views

 

 

Suasana saat dinyatakannya Ismoyo Ndosam dan Nurhasanah Azis sebagai Duta Genre Sultra 2017

KENDARI, PORTALSULTRA.COM Di tengah keramaian Puncak Penghargaan yang digelar di Kendari Town Square (K-Toz), nampak sosok pemuda dan pemudi dengan paras tenang berkerumun dengan sesama Finalis Duta Genre Sulawesi Tenggara hari ini, Sabtu (8/4/2018). Senyum manis terkulum selalu kala berbincang ringan dengan kawan-kawannya. Dialah Ismoyo Ndosam dan Nurhasanah Azis, remaja yang akhirnya terpilih jadi Duta Remaja Genre Putra dan Putri tahun 2017 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ismoyo Ndosam, remaja dengan tampilan menawan yang saat ini usianya menginjak 21 tahun. Keseharian Ismoyo kuliah di Program Studi Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo.

Sementara itu, Nurhasanah Asis juga tampil memukau. Dara berusia 20 tahun ini kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Kedua Duta GenRe tersebut memiliki daerah yang sama yakni berasal dari Kabupaten Kolaka Timur.

Dengan terpilihnya mereka berdua menjadi Duta GenRe Putra dan Putri maka, mereka telah membawa kebanggaan bagi keluarga, daerah dan kampus ditempat mereka menimba ilmu. Karena predikat Duta GenRe ini membawa misi penting bagi perbaikan dan akan menjadi contoh bagi pemuda seusianya.

Ismoyo Ndosam dan Nurhasanah Azis adalah anak kampung yang bertalenta, mereka terlahir dari orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai petani.

Melihat kondisi orangtuanya, Ismoyo dan Nurhasanah bertekad akan meringankan beban mereka kepada orangtuanya.

Walaupun orangtuanya seorang petani, Ismoyo bangga dengan profesi kedua orangtuanya yang menjadi Petani. Menurut dia, orang tuanya selalu menjadi menyemangat baginya dalam menggapai impiannya.

“Saya terinspirasi dari orang tua saya, walaupun hanya berprofesi sebagai Petani tetapi mereka selalu memberikan motivasi,” ucapnya.

Begitu pula dengan Nurhasanah. Dalam pandangannya, kedua orang tuanya  mampu mendidik dia menjadi seperti sekarang ini, meski dalam suasana kesederhanaan.

“Bagi saya sosok orang tua adalah penyemangat. Dan saya pun yakin kesuksesan saya saat ini tidak lepas dari doa mereka,” pungkasnya.

Penulis: Ajmain Yusdin

Komentar