Dua Tahun Beroperasi Ceria Setor Rp216 Miliar ke Negara

oleh -230 views

Dirut PT Ceria, Derian Sakmiwata bersama dengan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar (tengah) dan Gubernur Sultra, Ali Mazi saat groundbreaking smelter PT Ceria di Kolaka beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.

Kendari – Sejak mulai berproduksi pada Oktober 2017 sampai dengan Agustus 2019, PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) telah menyetor Rp216 miliar kepada negara dalam bentuk pajak dan non-pajak.

Pembayaran yang dilakukan oleh PT CNI terdiri dari pajak penghasilan, PBB Sektor Tambang, Pendapatan Negara Bukan Pajak Royalti, PNBP Jasa Kepelabuhan, dan Bea Keluar. Pembayaran pajak selama 2017-2019 mencapai Rp31 miliar sedangkan setoran non-pajak mencapai Rp185 miliar.

“Pembayaran pajak dan non-pajak itu merupakan hasil penjualan bijih nikel keluar negeri dari Oktober 2017 sampai Juli 2019,” kata Derian Sakmiwata, Direktur Utama PT CNI, dalam keterangannya, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Sandang sebagai Kota Sehat, Objek Wisata di Kota Kendari Mulai Tertata

“PT CNI selalu mematuhi peraturan yang berlaku dalam melaksanakan setiap segi kegiatan usahanya termasuk dalam segi kewajiban keuangan kepada negara,” jelas Derian Sakmiwata.

Dijelaskannya, saat ini Ceria sedang membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian serta sarana pendukungnya dengan menggandeng China ENFI Engineering Corporation dari China untuk rancangan rekayasa dan teknologi peleburan; PT PP (Persero) untuk konstruksi sipil dan PT PLN (Persero) untuk pasokan tenaga listrik.

Selain membayar kewajiban keuangan kepada negara, Ceria juga berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Selain membayar kewajiban keuangan kepada pemerintah, Ceria juga berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui perekrutan tenaga kerja lokal, pengembangan usaha lokal, dan program tanggung jawab sosial,” tambah Derian.

Dijelaskannya, saat ini Ceria mempekerjakan sekitar 1400 karyawan langsung dan tidak langsung. Lebih dari 75% karyawan tersebut direkrut dari Kabupaten Kolaka.

“Kami juga memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat dalam program pengembangan masyarakat,” tambah Derian.

Untuk diketahui, Ceria merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dengan komoditas nikel. Ceria dimiliki 100% oleh pengusaha nasional.

bni/rls