Efek Domino Bahaya Pornografi Merusak Generasi

oleh -32 views

Oleh: Lia Amalia (Anggota Smart With Islam Kolaka)

Zonasultra.Com, Raha – Era teknologi, akses internet cepat dan bahaya penyebaran konten berbau porno tengah mengancam kalangan milenial. Hampir semua kalangan kini bisa mengakses internet dengan mudah. Tak terkecuali generasi muda yang ada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mulai liar dengan pemanfaatan internet dalam mengakses konten berbau porno bahkan paham radikal.

Beberapa pekan terakhir ini angka kasus pencabulan meningkat di Muna. Hal itu beberapa di antaranya akibat menonton konten pornografi di Handphone (HP) mereka. Untuk meminimalisir bahaya penggunaan internet, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kabupaten Muna, bakal mengatur penggunaan HP di sekolah bagi siswa.

“Kita akan atur, karena saat ini penggunaan internet untuk mengakses konten porno lebih mudah. Namun dampaknya sangat berbahaya,” terang Kepala Dikmudora Kabupaten Muna, Ashar saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Minggu (3/3/2019).

Kata Ashar, pihaknya bakal melakukan kerjasama dengan Polres Muna melalui Polsek setempat dengan menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya penggunaan HP yang kini sudah tidak terkontrol.

“Ini untuk mencegah kontaminasi anak untuk masuk pada konten porno dan radikalisme,” jelasnya.

Rencananya, langkah awal akan lakukan di Kecamatan Tongkuno dan nantinya akan digilir ke kecamatan lainnya. “Kita sudah kerjasama dengan Polsek Tongkuno. Semua sekolah disana akan diawasi dalam penggunaan HP akan bahaya pornografi,” ungkapnya.

Hal tersebut juga, kata Ashar, mencegah penyebaran narkoba. “Ini juga untuk mencegah peredaran narkoba dikalangan siswa, berdasarkan data dari kepolisian dan BNN angka pengguna narkoba di Muna juga didominasi dari kalangan pelajar,” tukasnya.

Internet banyak membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan, internet sudah menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan sosial. Internet dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif, itu tergantung pada kita sebagai client yang memanfaatkan fasilitas internet. Fungsi Internet dalam media komunikasi,  internet  banyak sekali digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia.

Liberalisme, Biang Kerok

Pemuda adalah generasi calon pemimpin bangsa ini, sangat memprihatinkan bagaimana para pemuda yang seharusnya menjadi generasi harapan untuk memperbaiki negeri ini justru berandil besar dalam merusak kehidupan dan negaranya sendiri.

Bak virus yang mematikan, ”produk” pornografi kini tak sulit lagi diakses. Dari telepon seluler, anak SD pun sudah lihai mendownload foto dan video bermuatan porno. Itulah sebabnya, perlu payung atau perlindungan hukum untuk melindungi masyarakat dari virus berbahaya tersebut. Meski pornografi sangat berbahaya dan merusak moral bangsa, tapi sanksi hukuman yang diatur dalam UU Pornografi terlalu ringan. Media liberal pun kerap mendukung pornografi. Mirisnya pada sistem demokrasi ini tidak mungkin ada aturan yang tegas yang bisa menangani secara tuntas permasalahan ini, sebab demokrasi telah melegalkan kemaksiatan atas nama HAM, bebas bertingkah laku atas nama HAM.

Dengan melihat dampak yang sangat buruk dari maraknya pornografi dan pornoaksi, hendaknya pemerintah bertindak tegas dengan mencegah terjadinya hal-hal yang menimbulkan keresahan masyarakat. Setiap kegiatan yang mengundang pro dan kontra hendaknya ditimbang dari segi manfaat dan mudharatnya, dilihat dari kacamata Islam. Bukan dari segi bisnis. Kemudian dengan cepat mengambil keputusan untuk meredam gejolak sosial.

Seseorang yang memerhatikan paham liberalisme akan tahu bahwa paham ini hakikatnya adalah anti ajaran agama. Sebab, ia sejak awal tumbuh dalam cuaca penentangan terhadap ajaran agama. Tiga prinsip utamanya: kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Islam Menuntaskan Masalah Pornografi

Pornografi dalam Islam di lihat rujukannya dalam Al quran.Firman Allah SWT. Alquran surat An Nur ayat 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya kecuali yang (biasa) nampak dari pada nya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada muhrimnya. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah SWT hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Sudah sangatlah jelas perintanh Allah SWT memerintahkan kaum wanita untuk menjaga, memelihara auratnya dari pandangan manusia lainnya, selain kepada muhrimnya, dengan cara berpakaian lah yang menutup auratnya, bertingkah laku yang sopan, jangan mengumbar kemaksiatan kepada manusia lainnya, yang menimbulkan pikiran jahat manusia. Dan mereka juga harus menjaga pandangan mereka dari apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Jika Allah SWT sudah mengeluarkan suatu larangan maka haram hukumnya untuk dilakukan. Dan jika dilanggar maka akan menjadi suatu dosa, dan dosa pasti mendapat azab, azab di dunia maupun di akhirat.

Sesungguhnya Allah SWT Maha Adil, Dia tidak hanya memberikan peringatan kepada kaum wanita, tetapi Allah swt juga memberikan peringatan kepada kaum pria. Firman Allah swt. Surat An Nur ayat 30, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Allah SWT memerintahkan kepada kaum pria untuk menjaga pandangannya dari apa yang diharamkan oleh Allah SWT, (seperti aurat wanita). Dan memerintahkan mereka untuk menjaga kemaluannya dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT, (seperti perzinahan), dan juga menjauhkan qolbunya dari niat-niat yang diharamkan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang sudah diperbuat maupun yang belum diperbuat, walaupun itu hanya sebuah niat.

Semakin maraknya pornografi dan pornoaksi juga merupakan akibat lemahnya tatanan kehidupan di negeri ini dari tuntunan Syariat Islam. Sistem demokrasi sekuler yang dianut bangsa kita membuka peluang bagi tumbuhnya liberalisme di segala bidang kehidupan yang mengusung bendera HAM (Hak Asasi Manusia). Dengan dalih HAM inilah mereka merasa terjamin kebebasannya dalam berprilaku, termasuk kebebasan (kebablasan) berekspresi seperti yang didengungkan para pekerja seni.

Alhasil, pemikiran liberal yang saat ini terus dikembangkan oleh sejumlah kalangan untuk mempengaruhi umat Islam ternyata bisa merusak nilai-nilai syariat Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT. Ini dapat menggiring umat Islam secara pelan-pelan untuk tidak perlu lagi taat pada perintah Allah SWT. Maka, Islam memiliki solusi tuntas untuk memberantas pornografi dan pornoaksi. Hanya saja pelaksanaannya membutuhkan negara Islam. Islam memiliki seperangkat sistem dan norma yang mampu membentengi individu dan masyarakat yakni sistem Islam (Khilafah).