Film Remaja Berdalih Pendidikan Seks Sejak Dini, Faktanya Merusak Generasi

Opini3,355 views

Oleh: Zulhilda Nurwulan (Aktivis Dakwah)

Film ‘Dua garis biru’ yang dibintangi dua remaja yang duduk di bangku SMA menceritakan tentang hubungan asmara antara dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Film ini mengisahkan romantisme kaula muda yang berpacaran hingga melampaui batas dan akhirnya mengakibatkan pemeran wanita nya hamil diluar nikah.

Film ini mengundang kontroversi dari berbagai kalangan. Dilansir dari Change.org., film ini mendapat petisi dari Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (Garagaraguru). Mereka menilai ada beberapa scene di trailer yang menunjukkan situasi pacaran remaja yang melampaui batas. 

Menurut mereka, tontonan tersebut dapat memengaruhi masyarakat, khususnya remaja untuk meniru apa yang dilakukan di film. 

“Beberapa scene di trailer menunjukkan proses pacaran sepasang remaja yang melampaui batas, terlebih ketika menunjukkan adegan berduaan di dalam kamar yang menjadi rutinitas mereka. Scene tersebut tentu tidak layak dipertontonkan pada generasi muda, penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa tontonan dapat mempengaruhi manusia untuk meniru dari apa yang telah ditonton,” isi di dalam petisi, dilihat detikHOT, Rabu (1/5/2019).

Meskipun tidak ditemukan adegan yang melanggar undang-undang negara, akan tetapi film yang didalamnya mengandung pesan amoral yang bisa merusak generasi sudah sepatutnya dilawan. Bukan sekedar film ‘dua garis biru’, akan tetapi untuk semua film pada umumnya. 

Bersamaan dengan ini, terdengar gagasan mengenai penghapusan pelajaran agama Islam di bangku sekolah dengan dalih bahwa pendidikan agama Islam akan menimbulkan perpecahan ditengah umat, intoleransi beragama dan memicu adanya kontroversi antar beragama. Pendidikan agama Islam belum dihapuskan, akan tetapi kerusakan di kalangan generasi muda sudah nampak terlihat. 

Beberapa hari yang lalu di lansir dari tribunjogja, tersebar video hubungan suami istri yang dilakukan sepasang anak SD. Miris sekali, pendidikan seks yang digadang-gadang dari jaman jebot ternyata tidak berhasil menciptakan generasi yang beradab dan bertakwa.

Hadirnya film ‘dua garis biru’ makin menambah daftar rusaknya hasil pendidikan seks yang ditawarkan di era kapitalis ini yang dimana sekularisasi agama makin nampak ditunjukkan di sistem kufur ini. 

Pendidikan Seks dalam Islam

Islam telah menjelaskan dengan sangat jelas mengenai pemisahan antara laki-laki dan perempuan untuk menghindari tindakan yang menyalahi syariat. Tujuan dari pemisahan ini salah satunya juga sebagai bentuk pendidikan seks sejak dini untuk anak-anak yang baru menginjak usia remaja.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai bentuk pendidikan seks bagi anak diantaranya:

1. Menanamkan rasa malu pada anak. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbiasa menjaga auratnya di depan orang lain.

2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan. Hal ini dilakukan agar anak terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya. Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. 

Ibnu Abbas ra. berkata:

Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

3. Mengenalkan anak dengan mahramnya

4. Mengajarkan anak untuk tidak ikhtilat (campur baur) dan tidak berkhalwat (berduaan dengan yang bukan mahramnya).  Hal ini dilakukan untuk membatasi pergaulan anak agar tidak terjerumus pada kemaksiatan.

5. Mengajarkan anak untuk selalu menjaga pandangannya

6. Memberikan edukasi tentang ihtilam dan haid. Ihtilam adalah proses yang dialami seorang anak laki-laki yang menandakan bahwa mereka telah baligh, sementara haid dialami oleh anak perempuan. 

Hal terpenting dari pendidikan seks diatas tidak semata-mata untuk memberikan edukasi secara biologis dan psikis, akan tetapi adalah mengenalkan kepada anak tentang kewajiban nya sebagai seorang muslim dan muslimah yang telah terikat dengan syariat. 

Terlepas dari itu, pendidikan sex tidak hanya terbatas dikalangan keluarga, akan tetapi sudah sepatutnya pemerintah mengatur kurikulum pendidikan Islam tentang pendidikan seks dikalangan remaja bukan malah ingin mensekularisasi pendidikan sehingga membuat generasi semakin jauh dengan agamanya dan tidak mau mengenal syariah yang telah diperintahkan Allah.

Komentar