GARBI Lahir karena Kecewa pada PKS?

Sultra Raya426 views

Ketua GARBI Sultra, Tumarudin, saat menyampaikan orasi pertamanya dihadapan ratusan peserta deklarasi dan pelantikan. Foto: ist.

Kendari – Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Tumarudin, angkat bicara mengenai opini yang berkembang jika ormas GARBI lahir dari adanya kekecewaan pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Mungkin secara faktual orang melihat bahwa GARBI ini adalah gerbong Anis Matta dan Fahri Hamzah. Orang mengatakan bahwa kecewa di PKS. Tapi perlu saya sampaikan bahwa Pak Anis sendiri itu masih pengurus PKS. Saya sendiri pun ini sekarang masih pengurus PKS. Bagi kami, PKS, GARBI, itu adalah sesuatu wadah yang pada dasarnya tidak harus saling bertolakbelakang,” kata Ketua GARBI Sultra itu pada Selasa malam (2/4) dan ditulis Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Sudah Deklarasi, Ormas GARBI akan Berubah Jadi Parpol?

GARBI, lanjut Tumarudin, memberikan kesempatan yang sama bagi siapa saja yang ingin bergabung termasuk dari unsur partai politik.  

“PKS sama juga dengan partai-partai lain, Partai Demokrat, Golkar, dan lainnya, silahkan. GARBI sekali lagi banyak yang bergabung dari anak-anak mahasiswa, akademisi,” ungkapnya.

Ketua GARBI Sultra Tumarudin menerima pataka dari DPP GARBI Ahmad Zainuddin. Foto: ist.

Baca juga: Pengurus GARBI Sultra Resmi Dilantik

Selain itu, mengenai adanya persepsi bahwa GARBI adalah pecahan dari PKS, hal itu menurut Tumarudin adalah sesuatu yang wajar. Tetapi ia yakin jika GARBI tidak akan berubah menjadi partai politik.

“Kita berharap GARBI itu tidak bukan semata-mata persepsi orang bahwa ormas menjadi parpol. Tapi ia menjadi betul-betul wadah untuk berkumpulnya semua potensi-potensi bangsa dan saya meyakini betul. Wajar kalau orang memahami bahwa GARBI ini pecahan dari PKS karena memang pentolan-pentolan PKS itu mendirikan GARBI ini. Tapi saya sendiri meyakini, ini hanya sebatas ormas. Tidak menjadi partai GARBI misalnya,” jelasnya.

Komitmen GARBI sebagai ormas yang ingin menyatukan ide-ide semua komponen bangsa, kata Tumarudin, dibuktikan pada saat deklarasi, dimana semua partai politik, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra juga diundang pada acara tersebut.

“Semua parpol kita undang, tokoh-tokoh mahasiswa kita undang semua, tapi kan kita tahu semua ini tahun politik mungkin ada beberapa yang melihat GARBI ini lebih ke Prabowo (capres) jadi yah kita biasa saja. Yang jelas semua kita undang, bahkan gubernur dan wakil gubernur,” pungkasnya.

Penulis: Benny Laponangi

Komentar