Gubernur Hingga Ketua DPRD Komitmen Lestarikan Bahasa Daerah Sultra

oleh -167 views

Para pembicara kongres bahasa yang berasal dari dalam dan luar negeri, antara lain, dari kanan-kiri, James T. Collins (Universitas Kebangsaan Malaysia), Guru Besar Universitas Indonesia Susanto Zuhdi, Kadis Diknas dan Kebudayaan Asrun Lio (sebagai moderator), Masao Yamaguchi (Setsunan University, Osaka, Jepang), dan Brendon Marshall (La Trobe University, Australia). Foto: Istimewa

Kendari – Kongres Internasional III Bahasa-bahasa daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di Claro Hotel Kendari, 2-4 September 2019 memasuki hari kedua dengan agenda sidang pleno.

Para pembicara di kongres ini mulai dari Gubernur Sultra hingga Ketua DPRD Sultra kompak untuk melestarikan dan menjaga bahasa daerah dari kepunahan.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh yang hadir saat pembukaan kongres mengungkapkan bahwa, DPRD Sultra akan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hak inisiatif DPRD tentang bahasa-bahasa daerah Sultra.

“DPRD Sultra punya komitmen yang tinggi bukan hanya sekadar retorika untuk mengembangkan bahasa daerah di Sultra,” terangnya.

“Bahasa daerah ini menjaga kearifan lokal, bahasa daerah ini menjaga kedamaian,” imbuhnya.

Baca juga: Kongres Internasional Bahasa-bahasa Daerah Sultra Resmi Dibuka

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi pada kesempatan yang sama mengatakan, pihak Pemprov memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian bahasa daerah di Sultra.

“Saya sangat memberikan support ya, karena hanya dengan cara inilah kita bisa meneliti bahasa-bahasa daerah di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara yang begitu banyak bahasa,” ungkap Ali Mazi.

“Melalui kegiatan ini, saya mengimbau sekaligus kita meneliti dan jangan sampai bahasa ini jadi pudar, karena ini kan warisan para leluhur kita,” lanjutnya.

Mengenai Raperda hak inisiatif DPRD yang digulirkan oleh Ketua DPRD Sultra, dirinya memberikan apresiasi atas upaya tersebut.

“Nanti kita bahas. Ini kan hak inisiatif dari DPRD, sangat luar biasa kan, harusnya dari pemerintah provinsi tapi ini datangnya dari DPR, saya sangat memberikan apresiasi, intinya kita support,” ujarnya.

Sejalan dengan atasannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asrun Lio menyatakan kesiapannya dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Sultra, termasuk dalam menyiapkan payung hukumnya.

“Sambil menunggu perda mengenai bahasa daerah, kita bisa jalan dulu dalam bentuk seperti festival, lomba cerdas cermat bahasa daerah, puisi, dan lainnya,” jelas Asrun Lio ditemui usai menjadi pembicara di kongres bahasa daerah, Selasa (3/9/2019).

“Kita akan menyiapkan langkah-langkah supaya payung hukumnya ini lahir,” tegasnya.

Dukungan lain datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Hadir sebagai pembicara pada sidang pleno, Pemkot Kendari melalui Asisten I Kota Kendari, Makmur, mengungkapkan komitmen Pemkot dalam upaya perlindungan terhadap bahasa daerah.

“Pemerintah Kota Kendari akan berupaya mengembangkan, melakukan pembinaan, dan perlindungan bahasa-bahasa daerah Sultra sesuai regulasi,” bebernya.

Pemkot Kendari, kata Makmur, juga melakukan penguatan penggunaan bahasa daerah di tempat umum berupa penamaan jalan, rumah makan, tenun khas, dan kuliner (sinonggi, bagea, kasuami, kabuto, kambose).

“Kita sudah melakukannya, seperti pada program Sikkato,” lanjut Makmur.

Upaya lain yang dilakukan Pemkot Kendari, tambah Makmur, yakni penggunaan bahasa di lingkup OPD pada momen tertentu.

“Seperti kemarin pada HUT Kota Kendari yakni Pidato Bahasa Tolaki antar OPD, dan ini kita wajibkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa pembicara pada sidang pleno hari kedua ini antara lain Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Dadang Sunendar, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Ali Gufron Ali Ibrahim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio, Asisten I Pemerintah Kota Kendari Makmur, serta Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Suwardi Endraswara.

Selain itu ada pula, Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO) La Ode Sidu Marafad, Guru Besar UHO Hanna, Eks Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO Rekson S. Limba, dan Dosen UHO Sulsalman Moita.

bni/bni