Gunung Jati dan Jati Mekar Masih Ada Harapan, Generasi Jangan Diabaikan (Bag. 2)

oleh -323 views

Oleh: Mardin Ali Hilman (Pengamat Politik dan Perubahan Sosial)

Tentunya bagian pertama dari tulisan ini sudah anda baca. Sekarang saya mencoba mengajak anda untuk melihat sedikit sekali dari banyaknya kasak-kusuk yang ada pada dua kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar. Karena pada dasarnya dua kelurahan ini adalah satu maka kita akan menyebutnya secara khusus Gunung Jati.

Mencoba menghadirkan pertanyaan siapa mafia perintis dari segala macam penyakit masyarakat yang terjadi? Tidak usah menjawab dengan menyebut satu sosok tertentu tapi cukup dengan jawaban spekulasi seruan untuk berbuat baik saja. Sebagaimana kita ketahui ragam virus penyakit masyarakat dibawah dan berkembang pada masyarakat Gunung Jati dengan tidak memvonis bahwa lokasi ini adalah lokasi suci dahulunya, namun ini hanya sebuah usaha penyadaran tentang kondisi yang terjadi.

Berikut beberapa isu viral tentang Gunung Jati berdasarkan perspektif orang banyak dan tanggapan sederhana saya:

1. Menurut mereka, tempat tinggal begal, menurutku keliru.

2. Menurut mereka, tempat tinggal pengedar narkoba, kurang tepat.

3. Menurut mereka, tempat tinggal preman, salah.

4. Menurut mereka, tempat tinggal produsen miras tradisional, kurang pas.

5. Menurut mereka tempat tinggal politikus rakus, tidak begitu.

6. Menurut mereka, tempat tinggal aliran sesat, tidak benar.

7. Menurut mereka, tempat tinggal yang rawan konflik sering disebut Texas, itu justifikasi.

8. Menurut mereka, tempat berlangsungnya dan berkumpulnya para pelaku judi ayam, tidak semua.

9. Menurut mereka generasinya hancur dan rata-rata berpendidikan rendah, salah.

10. Menurut mereka, begini dan begitu, menurutku begini dan begitu.

Lepas dari semua isu yang terbangun, saya hanya ingin mengatakan lupakan semua itu. Jika isu ini dipelihara maka seperti itulah yang akan terjadi. Andaipun benar demikian seharusnya pihak kepolisian lah yang lebih layak bertanggung jawab. Hal keliru kalau pihak kepolisian ada deal dengan para pelaku maka hancurlah generasi kita.

Mari memperhatikan generasi. Mengingat anahi hende bughou (Generasi Baru) butuh suplemen kebaikan dari orang-orang yang sudah ada. Suplemen tersebut seharusnya datang dari para orang tua dan orang-orang yang lebih dulu berpengalaman.

Harapan terbesar juga untuk pemerintah setempat mampu membuat suatu regulasi terkait keadaan generasi yang ada.