Hari Kebangsaan untuk Bangsa Bhineka

Opini229 views

Ketika berbicara tentang pendidikan penulis teringat dengan salah satu tulisan yang berbunyi “hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi, karena semakin seseorang paham perbedaan, dia akan paham makna kebersamaan,” sehingga jelas bahwa, pendidikan yang seharusnya diterapkan sekarang bukan hanya sekedar berlomba-lomba mencari nilai tertinggi, karena faktanya nilai yang tinggi tidak menjamin kualitas moral seseorang. Maka dari itu, sebagai ruh suatu Bangsa, pendidikan tidak lagi berorientasi pada nilai bukan hanya sebuah konsep atau teori, tetapi juga harus direalisasikan dengan nyata, karena pada hakikatnya selain aspek nilai, ada aspek yang jauh lebih penting untuk didapatkan oleh suatu individu yaitu karakter.

Mengingat betapa pentingnya menerapkan pendidikan karakter di dalam Negara yang multikuturalisme, pendidikan menjadi wadah yang dapat menunjang lahirnya cikal bakal Bangsa yang berkarakter, salah satunya terpancarnya sikap saling menghargai pada diri setiap individu yang terpancar sejak dini, sehingga dengan begitu, sikap tolerasi tersebut akan mengakar pada diri anak-anak sampai dewasa dan pastinya tidak akan ada lagi terjadinya perpecahan karena alasan kurangnya sikap saling menghargai yang menyebabkan perpecahan.

Jika sikap toleransi sudah mengakar pada diri anak-anak maka perbedaan tidak akan menjadi sebuah kekurangan apalagi gangguan yang menyebabkan timbulnya perpecahan, namun sebuah perbedaa akan menjadi nilai plus yang mampu melahirkan suatu Bangsa yang kaya akan keberagaman. Walaupun jalan yang ditempuh berbeda, namun jika tujuan kita sama, yaitu untuk kemajuan Bangsa Indonesia, maka perbedaan bukanlah menjadi suatu halangan, melainkan akan menjadi suatu tantangan untuk saling memahami satu dengan yang lain dan pendidikan mempunyai peran penting dalam memberikan bekal kepada anak Bangsa untuk menjadi pribadi yang mencintai perbedaan, karena walaupun kita berbeda pada dasarnya kita tetap satu.

Berbicara pentinya pendidikan dalam melahirkan anak bangsa yang berkarakter, maka dalam hal ini guru lah yang menjadi sorotan utama, kenapa? Karena jika diibaratkan suatu pabrik guru dapat dianlogikan mesin pencetak produk, jika mesinnya jelek, maka produk yang dihasilkan akan gagal atau tidak sesuai dengan yang diharapkan, walaupun bahan yang diolah memiliki kualitas yang tinggi. Maka hal yang pertama dilakukan adalah meningkatkan kualitas guru dengan program peningkatan profesionalisme dan jangan lupa untuk dilakukan pendampingan dan pengawasan, karena sebagus apapun mesin ketika perawatan dan pengawasannya kurang maka mesin tersebut akan bekerja kurang maksimal. Namun bagaimana pun, jangan kita samakan guru dengan mesin, karena pada hakikatnya ciptaan Tuhan jauh lebih sempurna dibandingkan ciptaaan manusia, ini hanya sebuah analogi saja.

Lantas, hal apa lagi yang perlu dilakukan, ketika kualitas guru sudah bagus dan program peningkatan profesionalisme sudah dilakukan dengan maksimal yang disertai dengan pendampingan dan pengawasan. Namun ketika realisasinya, dalam proses pembelajaan tidak banyak nilai-nilai karakter yang terserap oleh peserta didik. Nah, dalam hal ini penulis mempunyai gagasan baru guna terwujudnya pendidikan karakter, yaitu dengan cara menjalankan program “hari kebangsaan”

Program hari kebangsaan ini merupakan sebuah program yang diterapkan oleh Sekolah Dasar dengan cara mengkosongkan satu hari untuk melakukan kegiatan khusus, berupa kegiatan nasihat pagi dan penyampaian materi tentang kebangsaan yaitu berupa pengenalan budaya, bahasa, suku, agama dan lain-lain, pastinya materi yang disampaikan berhubungan dengan Bangsa Indonesia dan penyampaian materi pun bertahap, dimana materi yang disampaikan di setiap kelas tidak sama, dengan tujuan agar materi yang diterima oleh peserta didik, dapat diterima dengan utuh dan peserta didik pun akan lebih mengenal Bangsanya lebih banyak.

Ketika berbicara program maka tidak berbeda jauh ketika kita menuliskan sebuah cita-cita, yang pastinya harus disertai perencanaan yang jelas agar program dapat terealisasi, begitu juga dengan program “hari kebangsaan,” agar program ini dapat terealisasi dengan maksimal maka program ini dibuat rancangannya, dimana sebelumnya guru bediskusi bersama-sama menyusun silabus nasehat pagi dan materi kebangsaan.

Adapun rancangannya, untuk jam pertama, kegiatan dimulai dengan nasihat pagi, dimana  seluruh peserta didik dan para guru berkumpul dalam satu ruangan atau lapangan untuk diberikan arahan atau ceramahan, setiap minggu ceramah yang disampaikan berbeda namun intinya adalah peserta didik diingatkan agar berprilaku baik terhadap sesama dan dalam penyampaian nasihat pagi, guru yang menyampaikan bergiliran.

Sedangkan untuk jam kedua, setiap peserta didik kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang berupa penyampaian materi kebangsaan yang sudah dilengkapi dengan silabus yang dibuat berdasarkan hasil diskusi. Sehingga dengan adanya program hari kebangsaaan, peserta didik akan lebih mengenal Bangsanya dengan utuh, setelah proses mengenal peserta didik akan mulai memahami karakteristik dari bangsanya dan setelah itu, peserta didik akan belajar menghargai setiap perbedaan yang ada pada bangsanya, hingga akhirnya rasa cinta pada setiap perbedaan yang terjadi pada Bangsa akan tumbuh, karena pada hakikatnya perbedaan itu adalah rahmat yang diberikan Tuhan untuk hambaNya.

Oleh: Ayu Uswah Munjiah
(Relawan SLI Dompet Dhuafa Penempatan Kab. Konawe Selatan)

Komentar