Ini Ciri-ciri Fintech Ilegal

oleh -149 views

OJK. Foto: Antara Foto

Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi (SWI), komitmen menindak tegas pelaku investasi ilegal dan fintech ilegal guna melindungi kepentingan masyarakat.

Data SWI, sampai saat ini, jumlah Fintech Peer-To-Peer Lending tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat pada 2018 sebanyak 404 entitas sedangkan pada 2019 sebanyak 826 entitas, sehingga secara total sejak 2018 yang telah ditangani sebanyak 1230 entitas.

“Data ini termasuk tambahan penanganan yang dilakukan SWI pada 16 Juli 2019 sebanyak 143 Fintech Peer-To-Peer Lending Ilegal,” kata Ketua SWI Tongam L. Tobing dalam keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Baca juga: OJK dan Bareskrim Polri Sepakat Berantas Investasi Ilegal dan Fintech Ilegal

SWI mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan pinjaman kepada Fintech Peer-To-Peer Lending untuk memahami hal-hal berikut:

1. Pinjam pada Fintech Peer-To-Peer Lending yang terdaftar di OJK

2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan

3. Pinjam untuk kepentingan yang produktif

4. Pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan risikonya sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman kepada Fintech Peer-To-Peer Lending.

Selain itu, SWI juga menyampaikan ciri-ciri fintech ilegal:

1. Tidak memiliki izin resmi

2. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas

3. Pemberian pinjaman sangat mudah

4. Informasi bunga dan denda tidak jelas

5. Bunga tidak terbatas

6. Denda tidak terbatas

7. Penagihan tidak batas waktu

8. Akses ke seluruh data yang ada di ponsel

9. Ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video pribadi

10. Tidak ada layanan pengaduan

“Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan ataupun Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada kontak OJK 157, email [email protected] atau [email protected],” pungkasnya.

bni/bni