Ini Jawaban Kadispol PP Soal Rencana Penertiban PKL di Jalan AH Nasution dan Arah Kampus UHO

Metro266 views
Kadis Polpp Kota Kendari, Amir Hasan, STP, SH, M.Si

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Kadispol PP) Kota Kendari Amir Hasan memberikan keterangan terkait rencana penertiban Pedagang Kaki Lima yang berada di sepanjang jalan A.H Nasution dan arah Kampus Universitas Halu Oleo (UHO).

“Yang pertama itu ada miskomunikasi. Kedua itu ada sedikit kesalahan administrasi. Kemarin itu mereka lupa memberikan nomor pada surat yang dikeluarkan itu. Nah yang ketiga, ialah pada saat penertiban itu, kami tidak serta merta juga lansung main gusur. Tapi ada tahapannya,” terang Amir Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/4/2017).

Mantan Camat Kadia ini juga menjelaskan jika dalam penertiban, ada 3 tahap yang mereka tempuh. “Ada 3 tahapan dalam mekanisme kami. Pertama itu penyampaian secara tertulis, kedua lisan, ketiga baru kami terbibkan. Nah yang kemarin itu baru tahap pemberitahuan,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, jika aksi penolakan yang sebelumnya sempat dilakukan oleh para PKL tidak seperti apa yang mereka sampaikan. Bahwa akan ada penggusuran. “Jadi kemarin itu ada yang provokasi. Katanya sudah ada penggusuran, padahal kita baru tahap pemberitahuan,” ungkapnya.

Nantinya kata Amir Hasan, kedepan Satpol PP tidak diidentikkan dengan dengan kata gusur, tapi di geser. “Tidak seperti itu adanya. Yang ditertibkan itu kan masyarakat, warga, bahkan keluarga kita di dalam. Cuma kita di Pol PP kedepan dan hari ini, jangan selalu pakai kata digusur, tapi di geser. Ada solusi. Kalau di gusur tidak ada solusi, tapi kalau di geser hanya dipindahkan dari tempat yang mereka tidak harus menjual ke tempat yang peruntukkan untuk mereka menjual,” katanya.

Lanjutnya, ketika setiap masyarakat atau warga dibiarkan berjualan pada sembarang tempat, maka tentu akan berakibat pada seluruh elemen yang ada di Kota Kendari. “Apa jadinya Kota Kendari ini, jika masyarakat dibiarkan menjual pada sembarang tempat. Seperti sempadan jalan, bahu jalan, di atas trotoar, di atas drainase. Kita Kota Adipura yang sudah berapa kali dapat, kita Kota Layak Huni. Nah ketika itu kita biarkan bagaimana jadinya kota ini,” tanya Amir Hasan.

“Sehingga itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Kota Kendari, marilah kita sama-sama memikirkan membangun kota ini, kalau kita merasa sebagai warga kota yang baik,” imbuhnya.

Olehnya itu, bagi mereka yang saat ini masih berjualan pada tempat yang bukan peruntukkannya diminta segera dengan penuh kesadaran untuk pindah. “Sangat melanggar, terutama sempadan, kedua memang bukan peruntukkan, ketiga itu mengganggu aktivitas, dan arus lalu lintas yang melintas pada sepanjang jalan tempat mereka berjualan,” bebernya.

Saat ini, Amir Hasan masih memprioritaskan penertiban PKL untuk sepanjang jalan A.H. Nasution. Sedangkan untuk arah menuju kampus UHO, belum di agendakan. “Priorotas kita itu sepanjang Jl. A.H Nastion dulu. Depan jalan Lumba-lumba, yang jalan protokol. Kalau yang arah kampus belum. Belum kita agendakan,” ujarnya.

“Jadi nanti sepulang saya Bimtek di Jakarta, akan kita agendakan untuk pertemuan dalam rangka dialog dengan teman-teman mahasiswa yang berjualan di arah A.H. Nasution itu. Hal ini, sebagai bentuk upaya persuasif kita.

Amir Hasan berharap dari upaya persuasif yang nanti akan dilakukan ada titik temu antara pemerintah dan para PKL. “Tapi ketika upaya persuasif sudah kita tempuh dan tidak ada jalan atau titik temu, siapapun dia tetap akan kita tertibkan. Karena memang melanggar dan tidak berizin. Tapi sebenarnya, kita ingin itu tidak ada semacam titik temu, dan mereka sadar dengan sendirinya,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, pihak Kadispol PP telah melayangkan surat pemberitahuan kepada seluruh pedagang sepanjang Jalan A.H Nasution.  Dimana atas surat itu, para pedagang melakukan penolakan dengan mengatakan bahwa surat yang mereka terima tidak memiliki nomor surat dan waktu eksekusi atau penertiban tidak tertera. “Karena dianggap kita punya surat itu kemarin cacat, kita akan susul atau surati lagi,” pungkasnya.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi

Komentar