Ini Jawaban Walikota Kendari terkait Relokasi Pedagang Eks Pasar Panjang ke Pasar Baru Wua-wua

Metro347 views

Walikota Kendari Sulkarnain Kadir (kedua dari kiri) yang didampingi unsur Pimpinan DPRD Kota Kendari. Foto: Humas Kota Kendari.

Kendari – Pemkot Kendari kembali berdiskusi dengan para pedagang eks Pasar Panjang terkait kebijakan pengosongan komplek pembelanjaan di Kelurahan Bonggoya tersebut. Namun berbeda dengan diskusi sebelumnya, diskusi kali ini diprakarsai DPRD Kota Kendari yang bertempat di Ruang Rapat DPRD Kota Kendari, Kamis (24/1/2019).

Dalam rapat tersebut, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir mengklarifikasi setiap isu atau pun stigma negatif yang beredar sehubungan dengan kebijakan pengosongan pasar tersebut, salah satunya stigma negatif tentang kebijakan pemindahan pedagang eks Pasar Panjang ke Pasar Baru Wua-wua yang dinilai beberapa pihak sebagai tindakan yang semena-mena dan melanggar HAM. Dirinya menegaskan bahwa kebijakan yang diberlakukan Pemkot Kendari memiliki dasar yaitu Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari tahun 2010-2030.

“Jadi jelas disebutkan bahwa kawasan tersebut berdasarkan Perda yang telah dirumuskan, tidak diperuntukkan untuk pasar minggu atau pasar tradisional, hanya diperuntukkan untuk kawasan pemukiman,” tegasnya.

Sulkarnain juga mengatakan bahwa dalam proses pemindahan, Pemkot Kendari melakukannya secara persuasif dan mendiskusikan dengan para pedagang terlebih dahulu, tidak langsung melakukan penggusuran. Selain itu, ia juga menepis isu miring yang mengatakan bahwa ada pihak yang diistimewakan Pemkot Kendari.

“Kami tidak akan memperlakukan berbeda, kalau tadi ada yang mengatakan ada pihak yang diistimewakan, itu tidak benar. Saya sampaikan sudah 3 kali, negosiasi saya tidak akan terima. Posisi bapak ibu sama di mata kami, kami Pemerintah Kota Kendari memfasilitasi masyarakat sama. Kalau ada pelanggaran di tempat lain, akan kami tindak,” pungkasnya.

Penulis: Benny Laponangi

Sumber: Humas Kota Kendari

Komentar