Ini Potret Jembatan Teluk Kendari yang Ditarget Rampung 2020

oleh -511 views

Kehadiran jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini akan mempermudah akses masyarakat yang berada di kawasan kota lama dengan Poasia yang dipisahkan oleh teluk. Foto: dok.Kementerian PUPR

Kendari – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 km di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari diharapkan akan memberikan manfaat bagi pengembangan bagian selatan Kota Kendari yakni daerah Poasia dan Bungkutoko yang akan dikembangkan menjadi kawasan permukiman, kawasan industri, dan pelabuhan Kendari New Port. Disamping itu juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar Kota Kendari. Foto: dok.Kementerian PUPR.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, disamping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian. “Jembatan perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” kata Menteri Basuki. Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Sultra, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut. “Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari mencapai 52% dengan target selesai Februari tahun 2020,” kata Yohanis Tulak dalam keterangan tertulis, yang dikutip, Sabtu (29/6/2019). Foto: dok.Kementerian PUPR.

Baca juga: Potret Pembangunan Mega Proyek Jembatan Bahteramas Teluk Kendari

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dikerjakan oleh perusahaan konsorsium yakni PT. PP dan PT Nindya Karya dengan anggaran mencapai Rp802 miliar dengan kontrak tahun jamak (multiyears) 2015-2020. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama atau main span (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar. Foto: dok.Kementerian PUPR.

bni/bni