J-O-D-O-H

oleh -0 views

J O D O H
@kepada para jomblo di awal musim

Jodoh tak usah dikejar-kejar, tak usah dipaksa-paksa. Kalau sudah saatnya akan datang jua. Asam di gunung, ikan di laut; bertemu juga dalam belanga. Jomblo ada di gunung. Belanga belum ada. Ikan entah di mana. Tapi kaum jomblo tak minta belas kasihan. Mereka cuma minta pertolongan.

Lama mencari tak juga ketemu. Bosan menanti tak kunjung datang. Lelah mengejar tak juga ketangkap. Namun, dalam pencarian, ada usaha. Dalam penantian ada kesabaran. Dalam pengejaran ada kesungguhan. Semua tak kan sia-sia kalau pencarian, penantian, dan pengejaran di atas koridor-Nya dan dalam rihlo-Nya. Maka, menjemput jodoh dengan niat dan cara yg benar adalah ibadah.

Jodoh ada di tangan Allah. Benar! Namun, keyakinan ini tak boleh mematikan ikhtiar yg kita lakukan, sebab ikhtiar adalah perintah-Nya. Demikian pula doa dan tawakkal adalah perintah-Nya. Ketiganya mempertegas keyakinan bahwa Allah itu ada, Dia memerintah, dan kepada-Nya kembali semua urusan.

Rasa optimis dan obsesi menjemput jodoh, terkadang menempatkan keinginan lebih tinggi daripada kenyataan diri, sehingga lahirlah ungkapan “bagai pungguk merindukan bulan”. Harapan-harapan yang terakumulasi, kadang melambung tinggi melampaui titik kulminasi dan cakrawala kepribadian “si burung pungguk”. Jika ini terjadi, maka akhirnya, kekecewaan melanda, keputusasaan mendera, kebimbangan menyerang dan trauma menghadang. Balada anak manusia tak bisa lagi dihindarkan.

Untuk meminimalisasi balada “pungguk merindukan bulan”, Islam punya konsep “sederhana” yg aplikatif dan menenangkan hati: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….” (An Nuur 24: 26).

Aplikasinya adalah PERBAIKI DIRI DAN JADILAH ORANG BAIK, MAKA ANDA AKAN BERJODOH DENGAN ORANG BAIK PULA. Jika sukses Anda akan mendapat jodoh ideal: cantik/gagah, kaya, keluarga yg baik, dan agamanya baik. Jika berhasil Anda akan mendapatkan jodoh yg baik agamanya. Ya ya ya….

Selamat berjuang, wahai para jomblo! Optimislah menjemput jodohmu! Berusahalah dengan setinggi-tinggi semangat! Berdoalah dengan sepenuh keyakinan! Tawakkallah kepada Allah dengan segenap kepasrahan! Niscaya, kepeleset kaki mendatangkan jodoh; tersandung batu menghadirkan jodoh; tangis dan tawa memancing jodoh.

Jodoh pasti datang. Mungkin cepat, mungkin lambat. Mungkin di sini di kehidupan dunia, mungkin juga di sana di kebahagiaan akhirat.

Sumber : Amirudin Rahim

Sebar Ke >>>