Jangan Putus Asa, Jika Engkau Bergelimang Dosa

Khazanah1,126 views
Foto: Ilustrasi

PORTALSULTRA.COM – Gelap sudah hati yang penuh dosa akibat jelaga maksiat yang mencengkeram qalbu maridl. Sekarat jiwa itu hampir mati, sedangkan napas-napas iman tinggal satu-satu. Selangkah lagi game over. Namun, itu tak seberapa dibanding beratnya tekanan jiwa dan hati yang memikul beban berat, seberat Mahameru. Jiwa itu tumbang, terkapar di atas lumpur dosa yang pekat dan busuk. Akibatnya, empuknya kasur berubah sekam membara dipanggang dosa yang telah ranum. Pastilah matamu tak mau pejam, tidurmu tak kan nyenyak, meski aspirin dan CTM kau telan sepapan, karena yang salah adalah jiwamu, bukan matamu.

Bayang-bayang masa lalu pasti menghantuimu dan rekaman historimu memburumu minta pertanggungjawaban atas dirimu. Jejak kesalahanmu mengekor ke mana saja kau berada, karena dzunub artinya “ekor dari perbuatan salah”. Di saat itulah kau pasti oleng, galaw, resah, gelisah, cemas, sedih, takut, karena hatimu menuntutmu dan jiwamu menghakimimu. Kecemasan dan kesedihan pasti akan melanda jiwa dan ketakutan mengepungmu. Kekhawatiran meneror dan keputusasaan menawanmu.

Kau tak bisa lari, Saudara! Kalaulah bisa lari, mau lari ke mana? Semua ruang dan waktu adalah milik-Nya, sedangkan dirimu pun adalah punya-Nya. Semua pintu keluar telah tertutup dan satu-satu peluang jalan untuk lari adalah lari kepada-Nya. Berlari, bergegas, bersegera menuju ampunan-Nya Yang Mahaluas. Jika kau berjalan kepada-Nya, maka Dia akan berlari kepadamu. Jika kau berlari kepada-Nya, maka Dia kan lebih cepat lagi menjemputmu, hingga kau dan Dia, tak lagi ada jarak.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (Q.S. Ali Imran: 133).

Keputusasaan yang menawanmu dan mencabut rasa amanmu tak akan bisa melepaskanmu, kecuali Dia berkenan melepaskannya. Di situ Dia mendeklarasikan Diri-Nya untuk hamba-hamba yang putus asa dan putus harapan:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Azzumar: 53).

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (Q.S. Al-Hijr: 49).

Tahukah engkau bahwa “Pembunuh 99” orang masih bisa mendapat pengampunan apabila ia sadar diri dan bertaubat dengan taubatan nashuha? Bukankah Allah “Mencintai hamba-hamba yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri?” Siapa pun dia, dari keturunan mana pun dia, ras apa pun dia, golongan mana pun dia, selama ia ingin kembali kepada-Nya, Allah akan selalu menerimanya. Koruptor, pendusta, pembohong, penipu, perampok, pembunuh, pezina, penipu, bahkan si Penista Agama pun, jika ia mau kembali, bertaubat, dan menuju Allah, maka pintu itu selalu terbuka lebar. JANGAN PERNAH PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, MESKIPUN DOSAMU SEPENUH JAGAT!

Jangan tunda-tunda lagi, jangan tunggu esok, karena ajalmu tak menunggu taubatmu. Bersegeralah menuju ampunan-Nya! Sebentar lagi Ramadhan akan tiba, maka mari kita berdoa, “ALLAHUMMA BALLIGHNA RAMADHAN” dan berniat untuk memanfaatkan dan mengotpimalkan Ramadhan untuk meraih pengampunan dan mendapat ridlo dan surga-Nya. Amin.

Oleh: Ustadz Dr. Amirudin Rahim, M.Hum

Komentar