Kecam Sikap Represif Aparat, PD KAMMI Sultra Desak Presiden Copot Kapolri

Sultra Raya273 views
Kondisi Kartika Nur Rakhman, Ketua Umum PP KAMMI yang mengalami luka lebam di dalam truk polisi, Rabu (24/5)/Foto: Fan page PP KAMMI

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Pengurus Daerah (PD) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sultra, mengecam sikap represif aparat kepolisian saat melakukan pembubaran paksa pada ratusan mahasiswa KAMMI yang melakukan aksi damai di depan Istana Negara.

Bukan hanya mengecam, melalui Ketua KAMMI Sultra Abdul Ganiru mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.

“KAMMI dengan tegas, mengecam tindakan aparat yang telah melukai hati Mahasiswa Indonesia dan mendesak kepada Presiden untuk mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya,” desak Ganiru melalui keterangan tertulis yang disampaikan kepada portalsultracom, Kamis (25/5/2017). 

Ganiru juga bahkan menyamakan tidakan reprsif aparat kepolisian seperti perlakuan Zionis Israel terhadap Rakyat Palestina.

“Tindakan represif aparat bukan hanya sekedar tindakan premanisme tapi sudah seperti perlakuan Zionis terhadap Rakyat Palestina, sangat tidak berperikemanusiaan,” katanya.

Menutup penjelasannya, Ganiru berjanji, jika KAMMI Sultra akan melakukan aksi untuk menuntut sikap represif aparat kepolisian.

“Sampai Presiden tidak bertindak tegas, KAMMI Sultra akan melakukan aksi untuk mempresure kesewenang-wenangan aparat,” tegasnya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari kammi.org, aksi mahasiswa KAMMI berlangsung damai di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/5) kemudian terciderai oleh aksi anarkis oknum anggota kepolisian yang mulai membubarkan paksa massa aksi.

Selain itu dilaporkan bahwa, 3 orang mahasiswa menjadi korban luka-luka, dan terdapat 7 orang mahasiswa yang dipukuli dan ditahan oleh aparat termasuk salah satunya adalah Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman.

7 orang yang ditahan ialah Kartika Nur Rakhman (Ketum PP Kammi), Risdam Buyung (KP Jaktim), Edo Hendra Kusuma (Ketua Komsat Mabda Jakarta Selatan), Arifin Tanjung (PD Kammi Bandung), Khaidir Ali (KP Tangsel), Bayu Anggara (KP PP), Mursalin (Ketum Komsat UIN Jakarta).

Penulis: Benny Syaputra Laponangi

Komentar