Kemenristekdikti Beri Tenggang Waktu Hingga 15 April Penyelesaian Kisruh Unilaki

Konawe Raya313 views
Sudarmanto Saeka Anggota Komisi IV DPRD Sultra

KENDARI, PORTALSULTRA.COM-  Kisruh kedua kubu antara Yayasan Lakidende (YL) dan Yayasan Lakidende Razak Porosi (YLRP) atas pengelolaan Universitas Lakidende (Unilaki) diberikan tenggang waktu hingga 15 April 2017 oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), guna menyelesaikan dan menyatukan kembali pengelolaan Unilaki.

Hal ini sesuai dengan penjelasan Sudarmanto Saeka anggota Komisi IV DPRD Sultra. Sudarmanto mengungkapkan, dalam pertemuan yang digagas Kopertis Wilayah IX di Makassar yang dihadiri oleh Karo Hukum dan Biro Kelembagaan Kemenristekdikti, dalam rapat tersebut, kata Sudarmanto, pihak Kemenristekdikti sudah memberikan tenggang waktu hingga 15 April 2017.

“Jadi Kemenristekdikti sudah menetapkan tanggal tersebut, jika kedua kubu belum menyatukan langkah dan presepsi untuk mengelolah Unilaki maka Kemenristekdikti akan memberikan sanksi,”terang Sudarmanto saat ditemui dimasjid DPRD Sultra, Rabu (29/3/2017).

Boleh jadi, tambah Sudarmanto, ketika kedua kubu belum menemui kata sepakat terhadap pengelolaan Unilaki, maka Kemenristekdikti akan memberikan sanksi tegas berupa pembekuan kampus tersebut.

Akibatnya, sambung Sudarmanto,  jika Kemenristekdikti menjatuhkan sanksi yang dirugikan bukan hanya kedua kubu akan tetapi kerugian yang lebih besar tentu berada pada mahasiswa dan masyarakat Sultra terkhusus masyarakat Konawe.

“Yang dirugikan itu tentu mahasiswa dan masyarakat Konawe,”ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap baik kubu YL maupun YLRP duduk bersama untuk membahas pendirian yayasan baru seperti yang disarankan Kemenristekdikti. Sudarmanto menyampaikan, sebaiknya kedua kubu mengenyampingkan ego masing-masing agar proses penyelenggaraan akademik di Unilaki berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga menyampaikan membangun dunia pendidikan itu tidak gampang, sehingga Unilaki perlu dirawat dan dikembangkan. Apalagi Unilaki sudah menjadi ikon untuk Kabupaten Konawe.

Sudarmanto juga meminta, agar pengelolah unilaki saat ini mengembalikan semua mahasiswa yang terkena imbas kisruh itu. Sekaligus pengajar Unilaku yang juga terkena imbas dari kisruh kedua kubu dikembalikan pada pada jabatan semula.

Penulis: Hermawan Lambotoe

Komentar