oleh

Kisah Sosok Inspiratif Mantan Teroris Dalam Dialog BNPT 2017 di UHO

Cloud Hosting Indonesia
Ali Fauzi Manzi M.Pd.I tengah memberikan materi Testimoni Mantan Teroris dalam Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus Dan Birokrasi Kampus Dalam Pencegahan Terorisme, Kamis (1/6). / Foto : Irwan

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Masalah mengenai teroris sudah familiar untuk menjadi topik pembahasan, salah satunya adalah kisah inspiratif Ali Fauzi Manzi, M.Pd.I. Alias Salman, Abu Ridho dan alias Ikrimah, itulah dulu nama semaraknya yang sekarang menjadi mantan teroris.

Ia mengatakan, terorisme bukanlah produk yang instan, tetapi hasil dari proses dialektika panjang yang perlahan-lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan, dan 90 persen bergabung di teroris dikarekanan faktor prinsip, persahabatan maupun keluarga. Imbuhnya saat memberikan materi Testimoni Mantan Teroris di ruang rapat gedung Rektorat UHO pada kamis (1/6) siang.

Sewaktu jadi teroris bersama kakaknya Amrozi dan Ali Imron, ia merupakan instruktur  perakit bom handal serta terlibat dalam peristiwa Bom Bali dan Bom Ambon yang menewaskan ratusan ummat manusia.

Sejak itu, ia berinisatif untuk berhenti jadi teroris setelah  tertangkap pada tahun 2004 oleh pihak keamanan Filipina, kemudian dipulangkan ke Indonesia tahun 2006 seusai menjalani hukuman dan  sekarang lebih memilih untuk menjadi pengamat bom dan teroris bersama pihak kepolisian. “Karena itu, proses pencegahan juga proses panjang untuk mengajak mereka meninggalkan kehidupan terorisme” ungkapnya dalam dialog Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Setelah menyelesaikan S2-nya di Universitas Muhammadiyah Surabaya, kemudian ia menjadi dosen besar di salah satu kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah dan mengajar tentang sekte-sekte Agama, serta aktif jadi pemateri atau narasumber di stasiun televisi maupun di media massa.

Penulis : Irwan

Komentar

Baca Berita