Kongres Internasional Bahasa-bahasa Daerah Sultra Resmi Dibuka

oleh -237 views

Gubernur Sultra Ali Mazi saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kongres internasional III bahasa-bahasa daerah Sultra. Foto: Istimewa

Kendari – Kongres Internasional III Bahasa-bahasa Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dibuka oleh Gubernur Sultra Ali Mazi di Claro Hotel Kendari, Senin (2/9/2019) malam.

Dalam sambutanya, gubernur berharap kegiatan tersebut tidak sekadar dilaksanakan tapi yang terpenting memberikan kemajuan dan pengembangan daerah di bidang pendidikan dan kepariwisataan.

“Kami memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Kantor Bahasa Sultra, serta masyarakat Sultra yang menyelenggarakan kongres bahasa-bahasa daerah Sultra,” terang Ali Mazi.

Kepala Kantor Bahasa Sultra Sandra Safitri Hanan saat membacakan laporan ketua panitia dihadapan peserta pembukaan kongres. Foto: Istimewa

“Kegiatan ini saya anggap sangat penting karena menjadi momentum bagi masyarakat Sultra dengan hadirnya peserta dari berbagai daerah dan manca negara,” lanjutnya.

Kepala Kantor Bahasa Sultra Sandra Safitri Hanan dalam laporannya mengatakan, kongres ini bertujuan untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai persoalan yang menyangkut bahasa dan sastra daerah Sultra yang digagas para pakar bahasa dari berbagai negara.

Selain itu, untuk melahirkan sebuah formula pemikiran dalam rangka mencegah kepunahan bahasa daerah.

Peserta pembukaan kongres. Foto: Istimewa

“Hasil tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat untuk melestarikan, mengembangkan, membina, dan memberdayakan bahasa dan sastra daerah Sulawesi Tenggara pada era globalisasi dan revolusi industri 4.0,” kata Sandra.

Turut hadir dalam pembukaan kongres, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Gufron Ali Ibrahim, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio, para pemakalah, pegiat komunitas literasi, guru, akademisi, budayawan, sastrawan, dan mahasiswa.

bni/bni