Kota Kendari akan Kembangkan Teknologi Jajar Legowo Super

Sultra Raya375 views

Kepala BPTP Balitbangtan Sultra, Ir. Muh. Asaad, M.Sc (kanan), menyerahkan varietas unggul terbaru Inpari 42 dan Inpari 43 kepada Kepala BPP Baruga Kadek Sumiarta, S.P. (kiri). Foto: ist.

Kendari – Dalam musim tanam periode April-September 2019 Kota Kendari menargetkan luas tanam padi 772 ha. Hamparan terluas pertanaman padi sawah yaitu di Kecamatan Baruga.

Berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas padi di Kota Kendari, hari ini, Kamis (28/3/2019), Kepala BPTP Balitbangtan Sultra didampingi KSPP, dan peneliti menyerahkan varietas unggul terbaru Inpari 42 dan Inpari 43 kepada Kepala BPP Baruga, Kota Kendari.

Baca juga: BPTP Balitbangtan Sultra Terima Kunjungan Peserta Diklat Penyuluh Kehutanan

Kepala BPTP Balitbangtan Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi BPTP Balitbangtan Sultra dalam pengembangan padi varietas unggul baru yang sesuai dengan preferensi konsumen masyarakat.

“Saat ini telah ada teknologi jajar legowo super yang mampu menaikkan produksi sekitar 2 ton per hektar. Teknologi tersebut perlu dikembangkan di Kota Kendari,” ungkap Muh. Asaad.

Foto: ist.

Baca juga: Pemda Bombana Terima Bantuan Bibit Unggul Kelapa dalam Babasal dari Balitpalma Badan Litbang Pertanian

Kepala BPP Baruga Kadek Sumiarta, S.P. menjelaskan bahwa, para petani di Kecamatan Baruga pada umumnya menanam padi setahun dua kali (IP 200).

“Petani di Kecamatan Baruga telah terbiasa menggunakan varietas unggul seperti Cisantana. Beberapa petani telah mencoba Inpari 30 dan hasilnya cukup baik seperti yang dialami Arif dengan hasil panen sekitar 6 ton perha,” kata Kadek Sumiarta.

Sementara itu, Peneliti BPTP Balitbangtan Sultra Ir Suharno, MS mengatakan bahwa, pengembangan teknologi jarwo super di BPP Baruga sangatlah tepat, karena wilayah Baruga merupakan hinterland Kota Kendari dengan daya dukung persawahan tanaman padi.

Baca juga: Tingkatkan Kerja Sama, BPTP Balitbangtan Sultra Lakukan FGD

Pada teknologi jarwo super ada tambahan inovasi berupa dekomposer dan pupuk hayati. “Penggunaan dekomposer dilakukan untuk mempercepat pelapukan jerami serta aplikasi pupuk hayati untuk perlakuan benih padi. Para petani juga diharapkan dapat melakukan penanaman padi dengan teknologi jajar legowo 2:1,” terang Suharno.

Kepala BPP Baruga Kadek Sumiarta sangat mengharapkan pengawalan dan pendampingan dalam penerapan teknologi jajar legowo super. Inovasi teknologi pertanian yang didesiminasikan di Baruga dapat diterapkan oleh petani secara luas di Kota Kendari. (Adv)

Komentar