Mahasiswa UHO Program Permata Dipulangkan Desember

oleh -121 views

KENDARI,PORTALSULTRA.COM — Belasan mahasiswa UHO yang saat ini sedang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) akan di pulangkan kembali ke Sultra untuk mengikuti perkuliahan seperti biasa. Pasalnya, program dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti hanya diperuntukan untuk satu semester saja.

“Bulan depan mahasiswa UHO yang mengiuti program Permata akan kembali ke Sultra untuk mengikuti proses perkuliahan seperti biasa,” ungkap Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UHO, Drs Asrul Sani MSi PhD saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Asrul juga menuturkan, terdapat tiga Universitas dimana mahasiswa UHO ditempatkan. Ketiga Universitas itu antara lain Universitas Padjajaran (Bandung) sebanyak 1 orang, Universitas Agung Tirtayasa (Banten) sebanyak 5 orang dan Universitas Tanjung Pura (Pontianak) juga sebanyak 5 orang.

Mahasiswa UHO yang telah mengikuti program Permata adalah mahasiswa yang sudah semester tujuh serta menyisahkan maksimal 12 SKS. Hal ini dilakukan karena mereka dapat mengikuti berbagai kegiatan, baik itu kegiatan ekstrakulikuler dan memiliki banyak waktu untuk mengunjungi tempat yang banyak mendatangkan pembelajaran bagi mereka selama berada di Universitas dimana mereka ditempatkan.

“Selama enam bulan, mahasiswa yang mengikuti pertukaran mahasiswa itu akan mengikuti perkuliahan seperti biasa dan nilai yang diperoleh akan ditransfer kepada Universitas masing-masing,” ujarnya.

Selama program tersebut, fasilitas yang didapatkan oleh mahasiswa, kata dia, yaitu dimana biaya perjalanan dan biaya hidup tambahan dibiayai oleh dikti. Namun, masing-masing Universitas yang menerima mahasiswa permata ini akan menyiapkan transportasi lokal dari bandara ke universitas termasuk penginapan hingga kembali ke bandara untuk dipulangkan.

Karena itu, pihaknya berharap bahwa melalui program ini mahasiswa UHO yang ikut bisa belajar, bersosialisasi dan membuat networking (jaringan) dengan Universitas lain. Dengan jaringan yang diperoleh sehingga nantinya dapat mempermudah bagi mahasiswa tersebut untuk mencari pekerjaan.

“Kita menginginkan mahasiswa yang mengikuti program permata ini, dapat mengenal budaya daerah yang telah ditempatkan dan setelah selesai peluang kerja mereka tidak terbatas dimana mereka menyelesaikan studi tetapi mereka sudah memiliki wawasan di luar,” katanya.

Mahasiswa yang diberangkatkan untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa ini diikuti sebanyak 600 mahasiswa di seluruh Indonesia.