Materi Debat “DeSukarnoisasi” untuk Capres

oleh -4 views

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI)

Mendengar ceramah Ibu Mega kemarin tentang “DeSukarnoisasi” rasanya penting dalam debat nanti ada materi khusus tentang pemahaman kedua Capres 2019 yaitu Jokowi dan Prabowo tentang presiden RI yang pertama itu. Ayo KPU tindak lanjut. Jadikan ini materi wajib.

Tapi saya tidak rela kalau tema ini dibahas pakai “kerpean” atau contekan. Dia harus merupakan hasil pikiran yang orisinal Capres 2019 . Saya pengen tahu mana dari capres ini yang baca INDONESIA menggugat. Paling tidak penuturan Bung Karno kepada Cindy Adam.

Sukarno, proklamator itu memang manusia sejarah yang sulit dimengerti termasuk oleh pengagumnya sendiri. Memahami Sukarno memerlukan tingkat kecerdasan tertentu dalam membaca sejarah kita. Masa pergerakan, kemerdekaan hingga orde lama tumbang.

Lalu orde baru lahir sebagai jawaban pergolakan ideologi yang mengancam. Tapi saya juga tidak setuju sepenuhnya dengan kebijakan orde baru khususnya kepada mantan presiden. Saya setuju ada DeSukarnoisasi di masa itu tapi juga ada DeIslamisasi jangan lupa.

Rasanya, DeIslamisasi umurnya lebih lama. Orang Islam merasa cuma diajak berjuang nanti selanjutnya ditinggal. Ada yang memakai istilah ditipu. Sampai rezim ini, perasaan diabaikan dan tidak dijaga masih kuat di kalangan Islam. Tapi DeSukarnoisasi sudah berhenti.

Maka, kita sebagai generasi muda bangsa ini bertugas agar kebebasan ini produktif sebagai ajang persahabatan ide dan pikiran. Kalau harus berkompetisi maka kita memilih berkompetisi secara sehat. Agar negara kita tambah kuat. Bukan tambah lemah.

Saya merasa kita perlu tuntaskan beban sejarah. Caranya dimulai dari membaca. Menurut saya membaca Sukarno, Hatta, Syahrir, Natsir, Baswedan, Maramis, dll adalah wajib bagi kita. Apalagi yang mau jadi presiden kita. Maka kita mulai dari Sukarno. Ayo KPU

Semoga lahir perdebatan seru antara Capres 2019 tentang pendiri bangsa, agar kegundahan soal DeSukarnoisasi atau DeIslamisasi dapat kita akhiri. Anak cucu kita harus berhenti mewarisi konflik ideologi. Kita mau hidup membangun negeri. Ayo KPU kamu bisa!