Medsos, Media Masa Kini Dalam Percepatan Diseminasi Inovasi Pertanian

oleh -187 views

Kepala Seksi PHP BBP2TP Elya Nurwulan (kiri) saat membawakan materi pada Bimtek Pemberitaan Berbasis Media Sosial (Medsos). Foto: Istimewa

Kendari – Balitbangtan BPTP Sultra melaksanakan pelatihan diseminasi teknologi pertanian melalui digital di Aula Balitbangtan BPTP Sultra. Kegiatan diikuti 50 orang peserta, terdiri dari penyuluh, peneliti serta fungsional umum lainnya, Kamis (5/8/2019).

Penanggungjawab Kegiatan Nur Alam, SP.,MP menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM BPTP Balitangtan Sultra dalam mempercepat penyebaran informasi teknologi pertanian melalui media digital.

“Saat ini informasi digital sangat populer di masyarakat, sehingga teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Balitbangtan harus didiseminasikan melalui layanan digital,” ujar Nur Alam.

Kepala Seksi PHP BBP2TP Elya Nurwulan selaku narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan, materi tentang percepatan diseminasi melalui layanan digital.

Foto: Istimewa

“Terdapat beberapa layanan digital yang populer di masyarakat antara lain Facebook, Intagram, Twiter, Youtube maupun WhatsApp dapat digunakan untuk penyebaran teknokogi pertanian melalui tulisan maupun video,” kata Elya Nurwulan.

“Dalam penulisan berita, yang perlu diperhatikan yakni 1) memahami kekuatan institusi; 2) siapa target sasaran; 3) kebutuhan pembaca; 4) media sosial (medsos) yang digunakan; 5) konten kreatif; dan 6) kekuatan visual (video, foto),” imbuh Elya.

Sementara itu, disela kegiatan rakor upsus, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan pelatihan tentang pemanfaatan layanan digital untuk mendukung penyebaran informasi teknologi pertanian.

Foto: Istimewa

Assad berharap setelah kegiatan ini para peserta mampu menulis berita melalui medsos tentang inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan Balitbangtan.

“Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya,” kata Asaad.

Kegiatan pelatihan berjalan dengan baik serta berakhir dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.

bni/adv