Mendagri: Mari Tolak dan Lawan Hoax

oleh -0 views

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali menyatakan sikap tegasnya terhadap setiap pemberitaan bohong, hoax, ujaran kebencian, dan politisasi SARA yang akhir–akhir ini cukup banyak berkembang serta cenderung menbimbulkan kecemasan dan opini negatif di masyarakat.

“Berita hoax, fitnah, berujar kebencian, dan politisasi SARA sudah pada tahap yang tidak bisa ditolerir lagi, apalagi sudah merusak proses konsolidasi demokrasi, yaitu Pemilu langsung yang nantinya digelar di 17 April 2019 yang tahapan-tahapannya dan prosesnya sudah berjalan transparan dan demokratis,” ujar Tjahjo di Jakarta, Kamis (3/1) dan ditulis Jumat (4/1/2019).

Mendagri Tjahjo mengajak semua pihak untuk bergerak menolak dan melawan dari racun demokrasi tersebut. “Mari kita bergerak untuk melawan dan melaporkan kepada aparat Kepolisian, jika kita menerima berita-berita hoax , fitnah, berujar kebencian yang merupakan racun demokrasi dan sudah membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa,” lanjutnya.

Ia menyampaikan bahwa salah satu berita hoax surat suara sudah dicoblos,  yang tersiar kabar bahwa ada 7 kontainer dari China yang berisi surat suara yang tersebar di media sosial dan berbagai grup WA terkait pencoblosan surat suara untuk paslon 01, yang setelah dicek KPU dan Bawaslu seluruhnya tidak benar.

Selain itu, Tjahjo juga sangat prihatin dengan munculnya isu sebelumnya yaitu angka 31 juta DPT tambahan yang dimasukkan dalam DPT Pemilu 2019. “Jelas ini berita fitnah, berita-berita yang mengumbar rasa cemas bermusuhan,” tegas Tjahjo.

Oleh karena itu, Mendagri Tjahjo Kumolo sangat menyesalkan dan dan mengecam praktik penyebar isu-isu bohong dan tidak bertanggung jawab yang dapat membahayakan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu, pemerintah, peserta Pemilu, dan pihak terkait lainnya yang sejak awal konsisten menjaga profesionalisme serta integritasnya dalam mengawal jalannya dari setiap tahapan Pemilu Serentak 2019.

Penulis: Benny Laponangi

Sumber: Puspen Kemendagri