HomeKampusIAINMenghadapi Tahun Politik, IAIN Kendari Gelar Kuliah Umum dan Temu Tokoh

Menghadapi Tahun Politik, IAIN Kendari Gelar Kuliah Umum dan Temu Tokoh

IAIN

Kendari – Menghadapi tahun politik di Sultra pada 2018 sampai 2019 mendatang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar kuliah umum dan temu tokoh bertemakan “Meneguhkan Spirit Ukhuwah dengan Menjunjung Tinggi Etika Politik dalam Membangun Sultra yang Maju dan Bermartabat.”

Acara yang dilaksanakan di Auditorim IAIN Kendari ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Sultra yang diwakili Sekda Sultra Lukman Abunawas, Kabinda Sultra Brigjen Andi Sumangerukka, Kasrem 143/HO Letkol Kav Agus Waluyo, Kasubdit III Ditintelkam Polda Sultra AKBP Eddy Massupriyanto, Ketua Komisi Ukhuwah MUI Sultra Drs. KH. Riyha Madi, dan Rektor IAIN Kendari Dr. H. Nur Alim, M.Pd.

“Kehadiran tujuh tokoh utama di daerah Sulawesi Tenggara ini, menjadi sebuah modal ukhuwah bagi peradaban menghadapi tahun politik di tahun 2018-2019,” ungkap Rektor IAIN Kendari Nur Alim dalam sambutannya, Kamis (28/12/2017).

Baca Juga:
1.  Mensos Khofifah Ajak IAIN Kendari Berperan Aktif dalam Upaya Penanganan Masalah Sosial dan Penguatan Desa
2.  40 Mahasiswa IAIN Kendari Dibidik Terima Beasiswa BI

“Kami menghadirkan tokoh-tokoh besar di IAIN ini bisa manjadi tolak ukur bahwa apabila kita bicara soal penyelamatan ummat, maka perbedaan adalah kekuatan besar dalam melihat kesenjangan dilapisan masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Ukhuwah MUI Sultra Drs. KH. Riyha Madi mengatakan bahwa pada dasarnya, dalam berpolitik ialah kembali pada Alquran dan akhlakul karimah itu sendiri.

“Sikap spirit politik yang bermartabat adalah kita kembali pada etika politik Alquran yaitu kekuasaan datang dari Allah, politik datang dari rakyat, maka dasarnya membangun politik adalah akhlakul qarimah,” katanya.

Kuliah umum dan temu tokoh ini sukses dengan mendatangkan ratusan audiensi yang berasal dari mahasiswa, lembaga kemahasiswaan baik internal maupun eksternal kampus, alumni IAIN Kendari, dan umum.

Reporter: Hir Abrianto
Editor: Benny Laponangi