Muda dan Tekun, Ini Sosok Iksan Baharuddin Rauf Pengusaha Sukses Asal Morowali

oleh -18 views

Kendari – Bagi pengguna jalan Trans Sulawesi tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu tempat nongkrong anak zaman now di Desa Fatufia, Kecamatan Bahadopi, Kabupaten Morwoli, Sulawesi Tengah, yakni Coffe Puncak.

Coffe Puncak merupakan salah satu anak usaha Iksan Baharuddin Rauf. Lewat insting bisnisnya yang tajam, Direktur CV. Qarim Group ini berhasil melebarkan usahanya di bidang lain, seperti bengkel mobil (Adi Motor), produksi es kristal (Labota Kristal), dan depot air minum (RO Water).

“Semua ini tidak akan tercapai tanpa dukungan semua pihak, baik karyawan dan terutama dukungan keluarga besar saya. Tentu ke depan kami akan terus melebarkan sayap bisnis di bidang lain,” terang mantan karyawan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ini kepada portalsultra.com via WhatsApp, Rabu (19/12/2018).

Mengenai rahasia kesuksesan, Iksan mengatakan semua yang ia capai adalah hasil dari kerja keras yang tanpa henti dan keinginan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Morowali.

“Dulu saya ini mantan karyawan. Berkat ketekunan dan kerja keras, CV. Qarim Group bisa seperti saat ini. Semoga keberadaannya dapat bermanfaat bagi masyarakat Morowali, terutama dari sisi tersedianya lapangan kerja,” ujarnya.

Direktur CV. Qarim Group Iksan Baharuddin Rauf (kanan) dan Puspa Bayu Nugraha (kiri). Foto: Istimewa.

“Kami berharap dengan segala potensi yang ada di Morowali, generasi muda mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya agar dapat menghadapi tantangan zaman,” lanjutnya.

Putra daerah yang lahir di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi ini juga berharap dengan keberadaan CV. Qarim Group dapat memberi manfaat yang banyak untuk masyarakat setempat.

“Yah sebaik-baik manusia itu kan yang bermanfaat untuk sesamanya. Saya pun demikian, apa yang saya lakukan khususnya dalam bisnis ini dapat memberikan sumbangsih, tidak hanya bagi saya pribadi dan karyawan tetapi bisa berkontribusi untuk pembangunan di Morowali ini,” pungkasnya.

Penulis: Benny Laponangi