Nasib Bank Syariah dan Bank Konvensional Menuju Virtualisasi Digital Banking

oleh -255 views

Ilustrasi. Foto: Thinkstock

Oleh: Muhamad Maulana

Perspektif Peluang dan Tantangan Industri 4.0

Perkembanagan proses industrialisasi 4.0 mulai melaju dengan cepat diberbagai aspek. Perkembangan ini didasari dengan kebutuhan masyarakat akan kemudahan-kemudahan pada proses pemenuhan kebutuhan. 

Kenyataannya masyarakat sekarang ini sudah tidak lagi gagap terhadap teknologi, kebutuhan mereka mulai merambah kepada komponen yang berkaitan dengan teknologi. Salah satu komponen tersebut adalah layanan perbankan.

Perbankan menjadi satu dari beberapa aspek yang tengah berkolaborasi dengan  industri 4.0 yang menyangkut segala hal baik infrastruktur teknologi, pelayanan efisien, dan efektif, kerja sama serta keamanan. Hal itulah, menuntut perbankan untuk melahirkan inovasi-inovasi infrastruktur teknologi perbankan agar tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat.

Kinerja perbankan telah menunjukkan bahwa perbankan telah mampu melangkah pada dunia digital industri 4.0. Per tahun 2018 terdapat dua bank yang telah menerapkan layanan perbankan digital yaitu bank BTPN dengan aplikasi digital “Jenius” dan dari bank DBS Indonesia dengan aplikasi digital “Digibank”. Per tahun 2019 telah banyak bank yang meluncurkan layanan perbankan digital. Sementara itu, bank lain juga terus bergerak mempersiapkan untuk digitalisasi layanan perbankan.

Percepatan layanan transaksi keuangan baik tunai maupun nontunai menggunakan teknologi diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada nasabah, sehingga bank secara tidak langsung memberikan pelayanan kepada nasabahnya melalui prangkat digital secara total yang dapat lebih efisien. Menjadi hal baik jika menerapkan digitalisasi pada pelayanan perbankan, proses pengenalan kepada masyarakat bukan lagi menjadi masalah dan nantinya cara untuk menjangkau masyarakat bukan hanya dengan memperbanyak cabang yang justru memerlukan biaya besar. Transformasi pelayanan perbankan akan sangat diminati dan diburu jika layanan perbankan sudah terintegrasi dengan dunia digital.

Data proses digitalisasi yang dilakukan oleh bank semakin melaju tak terbendung demi tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. Terdapat kaitannya antara eksistensi layanan dari bank, tentunya adalah masyarakat milenial hal ini berkaitan dengan penggunaan teknologi oleh kaum milenial. Sehingga bank terus berlomba supaya mendapat posisi dalam masyarakat.

Berbagai kemudahan layanan perbankan menggunakan teknologi tentunya membawa konsekuensi tidak saja bagi konsumen namun juga bagi perbankan. Konsumen menginginkan pelayanan jelas mengenai manfaat dan risiko layanan perbankan. 

Sangat besar peluang bagi bank untuk melangkah ke dalam dunia digital, dapat dilihat dari berbagai aspek baik perkembangan masyarakat, kebutuhan yang meliputi: (pelayanan, tansaksi, dan akses), masyarakat yang makin dimanjakan dengan perkembangan teknologi menjadikan apa-apa harus simpel, gaya hidup masyarakat, gelar, dan lain sebagainya. 

Tantangan besar bagi bank memliki dua aspek ekstern dan intern dimana: aspek ekstern meliputi: masyarakat besikap apatis terhadap perkembangan layanan perbankan, masyarakat belum sepenuhnya paham terhadap layanan digital perbankan, dan telah ada teknologi transaksi yang telah mereka kenal pertama kali sehingga susah untuk beralih seperti penggunanan aplikasi “ovo, gopay, dll”.

Aspek intern yang menjadi tantangan bank meliputi: persaingan antara sesama bank baik konvensional maupun syariah sehingga susuah untuk masuk pasar, proses akuisisi perbankan yang justru membuat kecewa nasabah dan kepemilikan saham dimiliki oleh asing sehingga suatu saat jika terjadi masalah ekonomi di negara para pemegang saham tersebut akan menarik semua investasi mereka.