Nur Alam Sebut ‘KAMPUNGAN’ Pada Bupati/Walikota yang Ingin Mengawasi Seorang Gubernur

Sultra Raya267 views
Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Nur Alam, SE.,M.Si saat membawakan sambutan dihadapan seluruh peserta Rapat Koordinasi BKD Kabupaten/Kota se-Sultra

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menyebut ‘kampungan’ jika ada Bupati/Walikota yang memutar balikkan tugas, fungsi, dan wewenang seorang gubernur. Terlebih lagi jika ada yang sampai mau mengawasi daripada seorang gubernur.

“Kalau bupati atau walikota mau mengawasi gubernur tinggalkan jabatan dan saudara keluar sebagai masyarakat. Sebab kalau itu saudara lakukan, berarti saudara melanggar asas-asas umum penyelenggaraan pemerintahan yaitu ketaatan dan kepatutan. Akhirnya mencerminkan suatu sikap yang tidak toleran, tidak taat, tidak patuh. Tidak intelek. Kampungan,” ungkap Nur Alam dihadapan peserta Rapat Koordinasi BKD kabupaten/kota se-Sultra di Grand Clarion Hotel, Rabu (22/2).

[irp posts=”2809″ name=”Asrun: Gubernur Yang Tidak Punya Inovasi Cenderung “Nimbrung” Pada Pemerintah Kabupaten/Kota”]

Dalam sambutannya Gubernur dua periode ini juga kembali mengaskan kembali akan posisi dan tanggung jawab dirinya selaku pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Tenggara.

“Selaku pembina pegawai saya berkewenangan untuk memonitor, mengawasi, mensupervisi saudara-saudara seluruh aparatur sipil negara di wilayah provinsi ini, melalui koordinasi BKD Provinsi. Jadi clear. Jangan dikurangi jabatan gubernur itu. Memang gubernur itu di atasnya bupati dan walikota. Jangan dibalik-balik. Gubernur itu mengawasi bupati, mengawasi walikota. Jangan terbalik,” tegas Nur Alam.

[irp posts=”2788″ name=”Asrun Sindir Nur Alam, 9 Tahun Jadi Gubernur Keberhasilan Yang di Ekspose “Itu-Itu Saja””]

Nur Alam menjelaskan bahwa nasehat tersebut perlu ia ungkapkan. Karena jujur ia katakan bahwa dirinya lebih dekat dengan para pegawai lingkup Pemprov. Sultra daripada para bupati dan walikota.

“Meskipun kedudukan jabatan pegawai terukur paling tinggi hanya sampai dengan eselon 2. Tapi nampaknya pemahamannya, nuraninya jauh lebih baik daripada sebagian pimpinan daerah. Mungkin karena euforia kekuasaan dan kedudukannya itulah yang membuat dia lupa diri, dimana posisinya masing-masing. Aneh memang. Aneh,” tutup Nur Alam.

Editor : Benny Syaputra Laponangi

Komentar