Penumpang KM Tidar Asal Sultra Ditemukan Tewas

oleh -1.483 views

KM Tidari. Foto: Maluku Terkini

Kendari – Penumpang kapal KM Tidar asal Sulawesi Tenggara (Sultra), La Hamuli (30), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah melompat ke laut dari dek 7 kapal.

Kejadian ini terjadi saat KM Tidar rute Baubau-Manokwari tengah berlayar di wilayah perairan Pulau Tiga, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Senin (15/7) sore.

Kaongke-Ongkea Kopi Robusta
View this post on Instagram

Pada tgl 15 juli 2019 sekitar pukul 16.40 wit di laut pulau tiga terjadi kecelakaan laut bunuh diri dengan loncat diri dari kapal KM Tidar. kronologi kejadian 1. pd pukul 12.00 wit kapal KM. Tidar bertolak dari pelabuhan namlea menuju ambon 2. pada pukul 16.30 wit di sekitar lautan pulau tiga (masuk tanjung) terdengar ada teriakan orang yang hendak loncat dari kapal. 3. dikarenakan korban mau loncat orang ramai berkumpul menyaksikan kejadian tsb dan melarang orang tsb agar tidak loncat. 4. sementara beberapa orang berusaha mencoba membujuk korban dari belakang dek kapal dan salah satunya adalah Sdr. Arham (anggota Navigasi pelabuhan namlea) 5. pada saat Sdr. Arham membujuk dan menasehati korban kemudian korban mendekati Sdr. Arham dan memegang tangan Sdr. Arham. kemudian korban hendak turun. 6. akan tetapi dikarenakan tubuh korban lebih besar dari Sdr. Arham dan pegangan tangan Sdr. Arham di besi kurang kuat akhirnya kedua orang tsb jatuh bersama sama ke laut. 7. penumpang yang melihat kejadian tsb histeris dan berteriak kemudian memberitahukan kepada ABK kapal dan kemudian ABK melaporkan kejadian tsb kepada kapten kapal. 8. Kapal kemudian balik arah ke lokasi tempat jatuhnya kedua penumpang tsb untuk melakukan pencarian. 9. setelah dilaksanakan pencarian ditemukan korban yang hendak loncat tadi sudah dalam keadaan mengapung dan kemudian pihak kapal KM. Tidar melakukan evakuasi thdp korban tsb dan sesampainya di kapal korban sudah tidak dapat ditolong lagi 10. Kapal melanjutkan pencarian 1 orang yang belum ditemukan a.n. Sdr Arham hingga sekitar 2 jam lebih dan karena tidak juga ditemukan kemudian kapal melanjutkan perjalanan ke pelabuhan ambon 11. Kapal sudah menghubungindan melaporkan kejadian tsb via radio ke pelabuhan dan SAR ambon. 12. dari kejadian tsb mengakibatkan kerugian 1 orang meninggal dunia identitas (?) penumpang asal bau bau diduga korban mengalami depresi dan 1 orang belum ditemukan atas nama Arham (pegawai navigasi KPLP Namlea) selesai. Sumber facebook: Naldo Temongmere . #kmtidar #kecelakaan #kodekras #facebook

A post shared by ANAK BAIK-BAIK (@kodekras) on

Selain La Hamuli, petugas navigasi Pelabuhan Namlea, Arham, juga ikut menjadi korban setelah berupaya menyelamatkan La Hamuli.

“Mereka rombongan ada dua puluh orang cari kerja, kami tidak tahu gara-gara apa, saya cuma lihat videonya. Kronologisnya tidak tau, cuma cerita di video dia yang mau melompat ada yang menolong tidak dapat,” ujar salah seorang perawat KM Tidar, Ramses Silaen, yang dikutip dari detikcom, Selasa (16/7/2019).

Jenazah La Hamuli saat akan dibawa ke rumah sakit dengan mobil jenazah dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Foto: Rahmat Rahman Patty/Kompas.com 

Pihak Pelni di KM Tidar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian terhadap 2 korban. KM Tidar sempat selama 2 jam berputar di area tempat jatuhnya korban.

Pencarian KM Tidar pun hanya menemukan La Hamuli. Sementara Arham yang berupaya menyelamatkan La Hamuli belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, keluarga La Hamuli yang juga ikut berlayar di KM Tidar awalnya tidak menduga jika penumpang yang bunuh diri dan ditemukan meninggal dunia tersebut adalah La Hamuli. Komunikasi terakhir dengan keluarga, La Hamuli meminta keluarganya yang ada di kapal untuk tidak ikut naik ke dek 7 dan tetap berada di dek 2.

“Kita mau ke Manokwari. Dia tidak ada gangguan jiwa, kita di dek 2 dia di atas, sampaikan kepada dia turun ke bawah tetap mau ke atas. Dia tidak mabuk,” kata Indra rekan korban.

Sebagai informasi, dilansir Kompas.com, La Hamuli diketahui merupakan warga Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sultra.

bni/det/kom