Petani Pangan Jaya, Kab. Konawe Selatan Produksi Benih Jagung Varietas Unggul Balitbangtan

oleh -136 views

Kegiatan produksi benih sumber jagung di Desa Pangan Jaya yang dilakukan oleh Balitbangtan BPTP Sultra. Foto: Istimewa.

Konawe SelatanBalitbangtan BPTP Sultra melaksanakan kegiatan produksi benih sumber jagung di Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Target produksi benih sebanyak 13 ton dengan luas tanam 8 ha.

Penangung jawab kegiatan Sri Bananiek Sugiman SP MSi menyampaikan bahwa, kegiatan produksi benih  jagung merupakan program Kementerian Pertanian sebagai upaya menjaga kelangkaan benih, serta menyediakan benih unggul jagung yang bermutu untuk memenuhi permintaan petani dan penangkar.

Beras Merah Tani Butuni

Baca juga: Sultra Tuan Rumah Hari Pangan Sedunia ke-39

Pengamatan tanaman jagung yang dilakukan petani Desa Pangan Jaya, Mashari. Foto: Istimewa.

“Varietas jagung yang ditanam untuk produksi benih sumber adalah varietas Lamuru, yang merupakan salah satu varietas unggul Litbang Pertanian dengan potensi hasil rata-rata 7-8 ton/ha. Untuk saat ini jagung berumur 60 hari setelah tanam, dengan performans dan pertumbuhan yang baik,” kata Sri, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Litbang Kementan Siap Sukseskan Hari Pangan Sedunia ke-39 di Sultra

“Saat ini dilakukan pengamatan untuk menyeleksi tanaman (rouging), dimana tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam akan dicabut,” lanjutnya.

Pengamatan tanaman jagung yang dilakukan petani Desa Pangan Jaya, Munari. Foto: Istimewa.

Beberapa introduksi teknologi yang dilakukan dalam produksi benih antara lain persiapan lahan, perlakuan benih, penanaman, pemupukan, penyiangan, pembumbunan, pengendalian hama penyakit, seleksi tanaman, panen, proseseing benih, dan sertifikasi.

“Dengan introduksi teknologi tersebut, nantinya diharapkan target benih sebesar 13 ton dapat tercapai,” ungkapnya.

Baca juga: Tim Litbang Kementan Lakukan Pendampingan Teknologi SUT Kakao

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Penangkar Benih Jagung Desa Pangan Jaya, Sugianto, mengatakan sampai saat ini dalam melakukan perbenihan belum ada kendala yang mengkhawatirkan, karena masih dapat ditangani dengan baik. (Adv)