Pilwali Kendari Berpeluang Lanjut ke MK? Ini Saran Pengamat Untuk Para Calon yang Akan Ajukan Gugatan

Politik268 views

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Meski KPU belum menetapkan pemenang di Pilwali Kota Kendari, namun geliat dari para calon yang kalah atau perolehan suaranya rendah untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mulai terlihat.

Pengamat politik Dr. Najib Husen memberikan saran kepada para calon yang akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Saya fikir kalau misalnya selisihnya itu melebihi 2%, saran saya lebih baik tidak usah dilanjutkan ke MK. Karena MK akan tetap menolak. Kecuali kalau selisihnya itu 2% silakan dilanjutkan ke MK. Tapi pasti akan tetap ditolak di MK juga,” terang Najib Husen yang dihubungi melalui sambungan telefon seluler, Selasa (21/2).

Najib menilai bahwa adanya gugatan ke MK terkait hasil maupun proses pemilihan di Pilwali Kota Kendari adalah sesuatu yang wajar.

“Wajar dalam sebuah pertarungan seperti ini ada yang merasa puas, ada juga yang tidak,” ungkapnya.

Menutup penjelasannya, Najib melihat bahwa potensi para calon Walikota dan Wakil Walikota yang kalah atau merasa dirugikan untuk mengajukan gugatan ke MK maupun melalui jalur pengadilan tetap ada.

“Saya lihat mereka akan tetap berjuang ke MK dan juga proses-proses lainnya lewat pengadilan dan sebagainya,” tutup Najib.

Sesuai hasil TPS (Form C1) yang dirilis situs kpu.go.id, selisih suara antara peraih suara terbanyak yakni pasangan nomor urut 2 ADP-Sul dengan pasangan nomor urut 1 Rasak-Haris yakni sebesar 4,13%.

[irp posts=”2790″ name=”Ini Alasan Mengapa Rasak Menang di Survei Kalah di TPS”]

Sementara dalam Pasal 158 ayat (2) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah dijelaskan bahwa peserta Pemilihan Kepala Daerah tingkat kabupaten/kota dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan dengan ketentuan, selisih 2 persen suara untuk penduduk sampai dengan dengan 250.000 jiwa.

Editor : Benny Syaputra Laponangi

Komentar