Remaja dalam Ancaman

Opini672 views

Oleh: Wa Ode Sukmawati

Kenakalan remaja saat ini rasanya sudah tak bisa terbendung lagi, semakin hari semakin mengalami peningkatan. Lagi dan lagi, pembunuhan bayi masih saja terjadi. Seperti yang dilansir dari okenews, kasus pembunuhan terhadap anaknya sendiri dilakukan oleh remaja berinisial SNI (18) di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman. Bayi berjenis kelamin perempuan itu tewas setelah mulutnya disumpal tisu toilet dan tali pusarnya dicabut. Setelah tewas, jasadnya dimasukkan kedalam kantong plastik dan berencana membuangnya diluar. Aksinya pun ketahuan petugas rumah sakit saat hendak melarikan diri. Ahad, 28/7/2019.

Dari keterangan SNI dihadapan awak media mengatakan bahwa perempuan asal Tanggerang ini sejatinya tak ingin hal ini terjadi. Namun lantaran belum siap menikah dan belum siap punya anak, ia pun terpaksa melakukan hal itu. “Bukannya tega, Cuma belum siap untuk dinikahi gitu aja. Pasangannya mau nikah cuma aku belum mau menikah, umurku kan juga masih muda, kata SNI”. Okenews. Ahad, 28/7/2019.

Sungguh nahas, peristiwa keji seperti ini harus terjadi akibat kecerobohan dua sejoli yang tidak bertanggung jawab. Maraknya pembunuhan bayi membuat masyarakat semakin resah. Tampaknya hal ini terus terjadi, bak adegan yang terulang namun berganti pemain. Yah, seperti itulah realitas yang terjadi saat ini, seakan tak ada pelajaran dari kejadian-kejadian sebelumnya. Para remaja saat ini bebas bertindak tanpa memikirkan akibat yang akan diperoleh dari hasil perbuatannya, seolah paham liberalis telah melekat kuat pada diri remaja saat ini hingga sangat sulit untuk dicabut lalu dicampakkan.

Maraknya pembunuhan bayi yang terjadi seolah telah menjadi hal lazim yang ada di negara ini, mengingat banyaknya peristiwa seperti ini terjadi dari tahun ke tahun. Moral para remaja hari ini semakin rendah. Nilai-nilai ideologi negara, yakni  pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tampaknya tak terlihat dari diri anak-anak penerus bangsa ini.

“Kemanusiaan yang adil dan beradab” seperti itulah bunyi sila ke-dua, butir-butir yang ada pada sila ke-dua ini salah satunya adalah menjunjung tinggi nilai kemanusian. Namun tampaknya tak ada nilai kemanusiaan yang melekat pada para pembunuh buah hati yang berasal dari hubungan haram mereka.

Revolusi mental yang dibangun untuk membentuk karakter masyarakat terutama remaja seolah tidak memiliki pengaruh. Perilaku remaja kian hari kian meresahkan, kurang beradab, moral yang rendah, dan tidak bertanggung jawab. Seperti itulah yang terjadi pada sistem demokrasi saat ini, sangat nampak sekularisasi yang ada saat ini telah berhasil menyeret para remaja semakin keluar jalur. Seolah langkah preventif tak bisa membuat kekacauan ini tiada, lalu apa langkah yang diambil oleh pemerintah selanjutnya. Remaja yang akan menjadi penerus bangsa sudah tidak lagi memiliki integritas.

Lalu bagaimana Islam memandang hal ini. Islam adalah agama paripurna, islam selalu memiliki solusi dari setiap problematika yang terjadi pada umat. Bobroknya moral remaja saat ini sudah selayaknya ditangani oleh aturan Islam. Islam melindungi remaja dari kemaksiatan dan akan di didik dengan karakter syaksiyah islamiyah sehingga memiliki kepribadian Islam yang senantiasa taat pada aturan agama. Memperkuat aqidah Islam sehingga timbul kesadaran lebih akan hubungannya dengan Sang Khaliq, sadar bahwa setiap yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Tsaqofah Islam akan terus dibekali agar memiliki pengetahuan yang dapat mencegah mereka masuk kedalam pusaran lubang hitam kemaksiatan. 

Sistem demokrasi sekularis saat ini harusnya diganti dengan sistem Islam yang mampu menangani berbagai macam persoalan dengan menggunakan aturan sang pencipta. Berhukum dengan hukum Sang Khaliq bukan dengan buatan manusia yang malah menimbulkan persoalan baru. Akankah problematika ini dibiarkan terjadi, gagalnya sistem yang dibuat manusia harusnya menyadarkan kita untuk mencampakkannya dan berpaling kepada sistem yang langsung berasal dari sang pencipta. 

Wallahu’alam

Komentar