Remaja dalam Jeratan Pergaulan Bebas

oleh -59 views

Oleh: Surfida, S.Pd.I

Dunia remaja tak pernah luput dari masalah. Setiap hari kita mendengar kasus yang selalu melibatkan remaja, mulai dari narkoba, pacaran, tawuran, aborsi, dan lain-lain. Itu terjadi, karena pergaulan remaja masa kini sudah dipengaruhi oleh budaya barat. Jika remaja tidak melakukan pacaran, narkoba dan yang lainnya itu, mereka menganggap dirinya ketinggalan zaman atau kurang gaul. 

Penyesalan pun terjadi ketika dirinya sudah terlalu dalam terjerumus kedalam pergaulan, misalnya hamil diluar nikah. Seperti yang terjadi di Balik Papan. Seorang remaja yang berinisial SNI (18), di dalam toilet RSUD Beriman tega membunuh bayinya dengan menyumpalkan tisu kedalam mulutnya. (https://news.okezone.com). SNI membunuh anaknya, karena dia belum siap menikah meskipun pacarnya bertanggung jawab atas kehamilannya.

Kaongke-Ongkea Kopi Robusta

Kasus hamil diluar nikah ini bukan hanya terjadi di Balik Papan, dikamp pengungsingan bencana alam pun terjadi, seperti yang terjadi di Palu. Ada beberapa anak yang hamil diluar nikah, sehingga mereka terpaksa dinikahkan, walaupun statusnya masih sekolah. (https://amp.kompas.com/regional). 

Kejadian tersebut seperti fenomena gunung es saat ini. hanya sebagian yang muncul dipermukaan. Bisa jadi didaerah lain masih puluhan bahkan ratusan. Akan tetapi pemerintah tidak pernah melihat apa penyebabnya, sehingga solusi yang diberikan hanya tambal sulam saja. 

Negara Gagal Mendidik Generasi Berkarakter

Pergaulan remaja saat ini, sudah sangat jauh dari norma agama Islam. Sehingaa mereka bebas melakukan apapun, sesuai dengan apa yang diinginkannya. Apalagi para remaja memiliki orang tua yang tidak paham terhadap ajaran Islam. Sudah dipastikan anaknya akan pacaran, meskipun tidak semua remaja yang pacaran itu, melakukan hubungan layaknya seperti suami istri. tetapi dalam hal ini mereka sudah melakukan sesuatu yang mendekatkan diri mereka keperbuatan zina. 

Selain karena kurangnya pemahaman ajaran Islam pada diri remaja dan orang tua, negara juga mendukung atas bebas bergaulnya para remaja saat ini, yaitu negara menerapkan aturan yang memisahkan agama dari kehidupan (sekuler). Sehingga ketika remaja bergaul tidak membawa norma Islam. Karena dalam diri remaja sudah tertanam pemahaman bahwa Islam itu hanya mengatur masalah ibadah. Ketika ada yang mengingatkan, mereka enggan mengikutinya. Itu membuktikan bahwa negara ini gagal melindungi rakyatnya dari pergaulan bebas.

Program yang digencarkan pemerintah pun melalui pendidikan berkarakter, ternyata tidak mampu mencetak generasi yang memiliki karakter Islami. Meskipun saat ini semua pelajaran disekolah semuanya berbasis karakter. Salah satunya mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (pendais). Dalam mata pelajaran pendais ini, ada satu bab dikelas X membahas tentang pergaulan bebas dan zina adalah dilarang agama. Namun, tetap saja remaja banyak yang pacaran yang akhirnya hamil diluar nikah, narkoba, seks. Materi seperti itu, mereka anggap nyanyian saja, karena mereka tetap saja melakukaknnya. 

Di tambah lagi guru yang mengajar adalah pelaku pacaran, sehingga disebut berzina ketika sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Guru akan menyampaikan “Ga papa pacaran asalkan pacarannya sehat”. Jika sudah seperti ini, maka materi itu hanya pepesan kosong saja. Apalagi saat ini alat kontrasepsi seperti kondom sangat menjamur di toko-toko obat, video-video porno tersebar luas di Youtobe. Sehingga pintu kemaksiatan selalu terbuka lebar. 

Oleh karena itu, jika kita masih menambal sulam sistem saat ini, pasti generasi penerus ini hancur. Mereka tidak akan memiliki ide bagaimana untuk memajukan negara ini. 

Islam akan Lahirkan Generasi Berkarakter

Generasi muda ini akan rusak jika tidak diatur dengan aturan yang baik. Aturan yang baik itu hanya berasal dari sang Khalik, karena Allah sangat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya. Maka Allah SWT pun menurunkan Islam untuk mengatur segala aspek kehidupan di dunia. Salah satunya mengatur tentang pergaulan remaja agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas. Karena dalam negara Islam, aturan yang mengatur tentang pergaulan tidak diserahkan kepada individunya, tetapi negara, masyarakat dan keluarga ikut andil dalam menerapkan aturan, sehingga aturan itu ditaati semua umat. 

Maka dari itu, Islam memiliki hukum-hukum untuk diterapkan agar pergaulan remaja terjaga. Hukum-hukum tersebut diantaranya: Islam memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan untuk menundukan pandangannya, sehingga hatinya akan terjaga, perintah untuk memisahkan kehidupan laki-laki dan perempuan sehingga tidak terjadi ikhtilat, Islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom berdua-duaan. Jika negara sudah menerapkan hukum-hukum pergaulan seperti itu, maka generasi muda yang memiliki syaksiyah Islam (berkarakter Islam) akan tercetak.

Namun, itu semua terlaksana jika negara ini mau menerapkan Islam secara sempurna. Oleh karena itu agar remaja terlindungi dari pergaulan bebas, kita jangan malu-malu untuk bergabung kedalam jemaah yang memperjuangkan tegaknya Islam diseluruh dunia, karena hanya itu jalan keluar dari masalah yang dihadapi remaja saat ini.

Wallahu’alam bishowab