Sejarah Desa Kelahiranku

oleh -139 views

Oleh: Sarafiah, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Jurusan Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Mataram

Desa yang berada di Kabupaten Bima ini memiliki keindahan yang begitu bersejarah akan “Doro Bolo’’. Bolo ialah desa kelahiranku, desa yang di mana aku di lahirkan dan di besarkan oleh orang tua ku. Bolo adalah desa ternyaman untukku, sejak kecil aku sudah terbiasa di desa tercinta ku ini.

Bolo, seperti yang di jelaskan oleh bapak Muhammad Yamin serta orang tua kami,  Bolo dulu  pada tahun 2000-an mempunyai cerita yang konon katanya pecahan dari Desa Rade, yang mana dulunya, dua desa antara Desa Bolo dan Desa Rade ini memiliki satu wilayah yaitu dinamakan Desa Rade, kemudian terjadilah pemekaran antara dua desa satu wilayah tersebut.

Alasan dalam Pemekaran dua desa ini karena untuk memudahkan dalam urusan pelayanan masyarakat, yang dimana dulunya Sila dan Madapangga dulu memiliki satu kecamatan. Dalam pemekaran dua desa ini juga agar untuk memenuhi persyaratan mekar Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga yang dimana dulunya hanya memiliki satu kacematan yaitu Kecamatan Bolo.

Kemudian mekarlah kedua desa tersebut, dimana desa kelahiranku yaitu Desa Bolo, yang konon katanya juga cerita orang tua di desa kami, Bolo adalah desa sebagai wilayah untuk musyawarah mufakat (Mbolo).

Dari zaman dahulu hingga sekarang, Bolo sudah terkenal dengan “Mbolo”. Sekarang Mbolo bukan hanya sebagai musyawarah mufakat untuk sekelompok orang. Tetapi Mbolo sekarang sudah di kategorikan dalam pernikahan dan khitanan. Dan Desa Bolo didukung sebagai tempat bersejarah yaitu “Doro Bolo“.

Doro Bolo Juga bagian dari sejarah berkembangnya perdesaan kami, selain tempat yang sangat tinggi tetapi bersejarah. Bolo yang terkenal dengan musyawarah mufakat (Mbolo) akan melahirkan keramaian pada saat acara pernikahan serta khitanan tersebut.

Begitulah cerita singkat tentang sejarah desa ku…

Dan aku bangga menjadi seorang anak yang terlahir di Desa Bolo ku….

Salam cinta untuk tanah kelahiran….