Seni dan Kebebasan yang Kebablasan

oleh -65 views

Oleh: Sulastri (Pemerhati Muslimah Konda)

18 april 2019, sutradara Garin Nugroho mulai memuat film ”Kucumbu Tubuh Indahku” disejumlah bioskop diIndonesia (tirto.ide). Film karya Garin itu telah diakui kualitasnya didunia dan memenangkan Asia Pasifik Screen Awards. Film terbaik festival des 3 continents 2018, dan mengikuti seleksi Festival Film Internasional. Namun, meski film tersebut telah menorehkan sederet prestasi internasional, tetapi ternyata tidak bisa memuluskan publikasinya di Indonesia. Seperti diberitakan antara, Walikota Depok, Muh Idris melalui surat bernomor 460/185-Huk/DPAPMK tertanggal 25 april 2019 menyampaikan keberatannya atas penanyangan film tersebut diwilayahnya.

Dilansir  dari kompas.com film kucumbu tubuh indahku menimbulkan kontroversi lantaran diduga memuat konten penyimpangan sosial, dimedia sosial bermunculan petisi menentang dan memboikot film tersebut untuk tayang dibeberapa kota. Namun sang sutradara menyangkal menurutnya “Petisi yang dibuat untuk menentang filmnya tersebut seperti penghakiman sepihak oleh masyarakat tanpa adanya ruang dialog dan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa,” ujarnya. Dia pun menambahkan petisi tersebut seolah-olah menurunkan daya kerja dan mengancam kebebasan untuk hidup bersama tanpa adanya diskriminasi dan kekerasan. Pernyataan sang sutradara Garin Nugroho adalah sesuatu yang wajar, jika diteropong dari kacamata sekuler saat ini. Dia adalah seorang seniman perfilman yang berusaha mengekspresikan keindahan karya lewat lakon. Dibalut kemanusiaan yang dikemas sedemikian rupa, menggiring penikmat  tontonan ini terlena.

Di sistem sekuler hari ini, mengekspresikan apapun itu boleh, karena memang kebebasan yang menjadi landasannya. Meskipun itu sudah melenceng, bahkan menyalahi norma jika dipandang dari sudut agama. Ketika itu menghasilkan pundi-pundi rupiah maka urusan akhirat adalah urusan belakang.

Dimulai dari asas kebebasan inilah muncul karya-karya seni yang cenderung menimbulkan lahirnya penyakit-penyakit menyimpang. Jika kita saksikan hari ini banyak acara-acara di televisi dengan artis-artis katanya public figure, bergaya layaknya bencong. Laki-laki yang gemulai berpakaian feminim dan bersolek seperti wanita. Ini menjadi hal yang  biasa dan parahnya menjadi hiburan yang menarik karena dianggap lucu. Kontes waria dan acara reality show serupa pun menjamur dinegara kita.

Maka keresahan sebagian masyarakat dengan penayangan film “Kucumbu Tubuh Indahku” sebenarnya sangat beralasan. Mereka tidak ingin tontonan yang dikonsumsi masyarakat nantinya menjadi sebab timbulnya virus-virus yang akan merusak keimanan masyarakat khususnya generasi muda. Meskipun ada sebagian kepala daerah yang dengan tegas melarang penayangan film ini diwilayahnya. Namun, masih sangat disayangkan ini belum terjadi pada pimpinan Negeri ini, mereka masih menganggap ini adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan bisa dijadikan sarana hiburan.

Seni dalam Pandangan Islam

Seni merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Dengan seni maka kehidupan manusia terasa lebih indah, bermakna dinamis dan lebih bermakna. Kesenian sendiri dalam Islam merupakan kesinambungan kesenian pada zaman silam yang telah berkembang dan dicor akan dalam konsep tauhid yang tinggi pada Allah SWT. Dan dijadikan sebagai sarana dalam menyebarkan dan berdakwak untuk umat. Jadi menurut prespektif Islam daya kreatif seni adalah dorongan atau desakkan yang diberikan oleh Allah yang perlu digunakan untuk “memeriahkan” kebesaran Allah. Islam mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan ukuran haram dan halal sebuah karya seni.

Pertama: Karya seni harusllah baik, baik bentuk maupun maknanya yang mempunyai cirri khusus. Makna dari karya seni tidak boleh merusak budi pekerti serta tidak melalaikan orang lain dalam beribadah.

Kedua: Penolakan terhadap karya seni jika makna dan tujuannya merusak moral manusia. Jadi sangat jelas meski berkarya dengan dalil seni, namun mengarah pada hal-hal yang dilarang agama hukumnya haram. Ini akan benar-benar ditindak tegas jika Islam menjadi peraturan kehidupan. Negara akan benar-benar mewaspadai dan menindak tegas segala hal yang akan mengancam terjadinya penyimpangan atau tindakan yang membuat keresahan pada umat. Tayangan-tayangan atau konten-konten yang berbau LGBT sesegera mungkin dimusnahkan karna ini sangat dilarang dalam Islam. Perbuatan yang menyerupai perbuatan kaum nabi Luth. Firman Allah: “Dan (kami juga telah mengutus nabi) Luth (Kepada kaumnya) ingatlah tatkala dia berkata kepada mereka: mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu yang belum pernah dilakukan oleh (seseorang pun didunia ini) sebelum kalian (Q.s Al-A’raf : 80).

Walhasil dengan penerapan Islam yang menyeluruh ini bahaya yang mengancam keimanan umat dapat terlindungi dengan baik. Wallahu a’lam bisshawab.