Setelah Aksi Serang Posko, Kini Giliran Atribut Kampanye ADP-Sul Dibakar

oleh -0 views

KENDARI,PORTALSULTRA.COMSebelumnya, Posko ADP-Sul yang berada di Sodoha, Kecamatan Kendari Barat diserang oleh orang yang tidak dikenal. Kini giliran Alat Peraga Kampanye (APK) ADP-Sul  yang dibakar, tepatnya di Lorong Durian Kecamatan Wuawua. 

Pembakaran atribut tersebut terjadi sekira pukul 01.00 subuh, Senin (26/12). APK tersebut berada diarea lapangan turnamen bola voly yang sedang diselenggarakan tim pemenangan ADP-Sul .

Menurut ketua panitia penyelenggara turnamen bola voli, Edi Gunadi,  sekira pukul 10.00 Wita, sejumlah anak muda berada dilapangan tempat penyelenggaraan kegiatan. Namun perkiraannya aksi pembakaran APK itu terjadi sekira pukul 01.00 dini hari.

“Pukul 10.00 sejumlah pemuda berada dilapangan, perkiraan saya pengrusakan itu terjadi sekira pukul 01.00 dini hari,”terangnya, kepada portalsultra.com.

 

Atribut ADP-SUL yang sengaja dibakar oleh orang yang tidak dikenal

Mengenai motif dari pelaku pengrusakan ini, Edi Gunadi belum mengetahui secara pasti, tetapi dugaan sementara ada kesan kejadian ini di “order” oleh orang tertentu.

“Untuk sementara kita belum ada gambaran pasti tentang motif pelaku, tapi kelihatannya, seperti di order gitu, tapi belum pasti,” ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya sudah melaporkan kepada Babinsa dan Babimkantibmas Kelurahan Wua-Wua. Edi sangat menyayangkan kejadian tersebut meski total kerugian tidak seberapa, hanya saja dari sisi moral dan Undang-undang kepemiluan kita tidak dibenarkan bahkan kalau pelaku tertangkap bisa masuk ranah pidana.

Sedangkan untuk total kerugian, Edi Gunadi menyampaikan bahwa tidak seberapa, tetapi bukan nilai materi dari apa yang dirusak melainkan aksi pengrusakan atribut ini telah melanggar undang-undang pemilu dan dapat dipidanakan secara hukum.

Edi Gunadi menghimbau kepada seluruh pihak agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi dan berharap kompetisi di Pilwali Kota Kendari ini dapat dilakukan secara fair serta tidak menghalalkan segala cara.

“Prilaku seperti ini kurang bijak, kalau mau bertarung baiknya bertarung secara fair saja, tidak perlu main kekerasan,” pungkasnya.

 

  • Reporter   : Beni Saputra Laponangi
  • Editor        : Hermawan Lambotoe

 

 

Sebar Ke >>>